Bermunculan tingkah buruk dari tentara Zionois Israel, dari mengunggah foto diri wanita tentara telanjang sampai memposting foto tengah membidik kepala seorang bocah Palestina menggunakan senjata di Instagram.

Sementara itu rusaknya mental tentara kafir Amerika semakin akut. Militer AS telah mencatat 161 kasus bunuh diri sepanjang tahun 1434H / 2013 ini. Aksi bunuh diri itu marak di kalangan para tentara yang aktif bertugas, tentara cadangan dan anggota-anggota Garda Nasional.

Pada tahun 1433H / 2012 lalu, dilaporkan satu kasus bunuh diri terjadi tiap 17 jam sekali. Bahkan jumlah totalnya jauh lebih tinggi dari pasukan AS yang tewas dalam pertempuran.

Inilah beritanya.

***

Tentara Wanita Israel Unggah Foto Telanjang Di Facebook

zionis Foto Sadis Tentara Zionis Bidik Kepala Anak Palestina/ foto hdytlh

UNTUK kesekian kalinya, tentara wanita Israel dihukum karena mengunggah foto yang tidak sepatutnya di jejaring sosial facebook. Dalam foto itu, para wanita ini hanya mengenakan—maaf!—celana dalam lalu memanggul senjata laras panjang di sebuah barak militer.

Tidak hanya satu foto, namun ada beberapa gambar yang menunjukkan kemolekan tubuh para tentara wanita ini.

“Para tentara ini telah dihukum karena telah berlaku tidak pantas,” ujar seorang sumber dari pihak militer pada hari Selasa kemarin (4/6/2013).

Kasus foto telanjang ini menambah daftar kasus indisipliner para prajuritnya setelah awal tahun ini, seorang prajurit lain ditegur karena menulis tweet anti-Palestina dan memposting gambar sambil menunjukkan dirinya telanjang dan memegang pistol.

Selain itu tentara Israel lainnya memicu kemarahan dunia awal tahun ini karena memposting foto tengah membidik kepala seorang bocah Palestina menggunakan senjata di Instagram. [sa/islampos/news.com.au] By Admin Islampos on June 5, 2013

***

Tren Bunuh Diri di Militer Kafir Amerika Serikat Terus Meningkat

Posted on 29 Mei 2013 by Admin Blog Sunniy Salafy

garda as

Washington, – Jumlah kasus bunuh diri di kalangan personel militer kafir Amerika Serikat terus meningkat. Bahkan kini angkanya sudah mengkhawatirkan, meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan tren bunuh diri tersebut.

Menurut laporan terbaru militer AS yang dilansir News.com.au, Rabu (29/5/2013), militer AS telah mencatat 161 kasus bunuh diri sepanjang tahun 1434H / 2013 ini. Aksi bunuh diri itu marak di kalangan para tentara yang aktif bertugas, tentara cadangan dan anggota-anggota Garda Nasional.

Dalam laporan itu disebutkan, Departemen Pertahanan AS, Pentagon, telah mengimplementasi sejumlah gagasan sebagai upaya meredam angka bunuh diri tersebut.

Namun menurut para analis, angka bunuh diri ini justru akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang, seiring lebih banyak pasukan kafir AS yang kembali dari Afghanistan.

Pada tahun 1433H / 2012 lalu, dilaporkan satu kasus bunuh diri terjadi tiap 17 jam sekali. Bahkan jumlah totalnya jauh lebih tinggi dari pasukan AS yang tewas dalam pertempuran.

Sebagai salah satu upaya untuk menekan kasus bunuh diri ini, para dokter militer kini tengah melakukan penelitian untuk memastikan apakah luka-luka traumatis otak meningkatkan risiko bunuh diri di kalangan tentara.

Pada Maret lalu, sekitar 50 anggota Kongres AS secara resmi meminta Menteri Pertahanan AS Chuck Hagels untuk mempelajari apakah luka-luka traumatis pada otak, yang dialami tentara AS telah memicu epidemi bunuh diri di kalangan militer. (DETIKNEWS)

(nahimunkar.com)