Transkrip Rekaman KPK, Diduga Percakapan Anggodo Widjojo dengan Wisnu Yang Diputar di MK

Sebelum rekaman diperdengarkan, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menjelaskan dasar-dasar hukum Mahkamah Konstitusi memutuskan pemutaran rekaman pembicaraan dalam sidang pleno terbuka untuk umum. Mahkamah Konstitusi mengacu kepada ketentuan Pasal 17 UU Kekuasaan Kehakiman dan Pasal 40 UU Mahkamah Konstitusi terkait sifat sidang pengadilan yang terbuka.

”Satu alasan lagi mengapa diperdengarkan untuk umum adalah karena bagi Mahkamah Konstitusi, penegakan dan perlindungan hak asasi manusia lebih tinggi dari segalanya,” ujarnya. (Kompas.com, Rabu, 4 November 2009 | 05:33 WIB).

Inilah transkrip rekaman yang dimaksud:

Ini Dia Transkrip Lengkap Rekaman KPK, Diduga Percakapan Anggodo Widjojo Dengan Wisnu Yang Diputar di MK

Oleh Administrator Rabu, 04 November 2009 07:16

Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (3/11) telah membuka rekaman dugaan kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan pelaku aktor utamanya Anggodo Widjojo adik kandung dari  buronan korupsi Anggoro Widjojo. Seluruh isi rekaman berdurasi sekitar 4,5 jam yang terdiri dari 9 bagian yakni

* kasus Masaro oleh Anggoro,

* perincian uang Anggoro oleh Ari Muladi,

* minta bantuan ke Kejaksaan,

* pencatutan nama RI 1,

* minta bantuan LSPK,

* menyusun dari suap ke pemerasan,

* lapor buat yang menang dan buat CMH,

* perhitungan fee pihak terkait,

* untuk mempengaruhi AM kembali ke BAP awal.

Bagian 1

Suara yang diduga Wisnu ke Anggodo (23 juli 2009:12.15)

“Bagaimana perkembangannya,”

“ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes”

“pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya R (nama salah satu pucuk pimpinan kejaksaan), minggu ini, terus bali ke sini, terus action”

“RI-I belum”

“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal”

Suara yang diduga Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009:12.25)

“Yo pokoke saiki Berita Acarane kene dikompliti”

“wes gandeng karo Ritonga kok dek’e”

“janji ambek Ritonga, final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir senen”

“…sambil ngenteni surate RI-1 thok nek?”

“lha kon takok’o Truno, tho”“yo mengko bengi, ngko bengi dek’e”

Suara yang diduga Hadi Atmoko ke Anggodo (27 Juli 2009, 18.28)

“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Farman semua,”

“sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono Pak, yang Antasari itu Pak”Sama pembuktian lagi waktu ARI kesana, ada pertemuan rapat dengan KPK Pak”

“Ada pertemuan di nya di ruang rapat Chandra”

Suara yang diduga Anggodo ke Kosasih (28 Juli 2009, 12.42)

“Kos, itu kronologis jangan Lu kasih dial oh Kos”

“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan”

“Cuman Lu harus ngomong sama dia:’terpaksa Lu harus jadi saksi’, karena Chandra Lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng”

Suara yang diduga Anggodo ke FePria (28 Juli 2009, 21.41)

“Besok kon tak ente…, ngomong ke Ritonga, Edi Sumarsono itu bajingan bener, sebenarnya dia mengingkari semua”

“besok penting ngomong. Edi ngingkari Pak, padahal Antasari bawa Chandra”

Suara yang diduga Anggodo ke Parman (penyidik) (29 Juli 2009, 13.09)

“Kelihatannya kronologis saya yang benar”

“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalulintas. Saya sudah ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok”

Suara yang Anggodo ke Wisnu (29 Juli 2009, 13.58)

“Terus gimana Pak, mengenai EDI gimana Pak”

“EDI udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah”

“Iya, padahal ia saksi kunci Chandra”

“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, gak apa-apa kan Pak”

“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah”

“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah…perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra itu ga ngaku. Terus siapa yang ngaku”

“ya you sama ARI”

“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra”

“Nggak,’saya dengar dari EDI”

“Iya dari EDI, emang perintahnya dia Pak. Lha Edinya nggak mau ngaku, gitu Pak,’dia nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit,’ gimana bos?”

“Ya ngdak apa-apa”

——————————————
Bagian 2

Suara Anggodo ke Wisnu (30 Juli 2009, 19.13)

“Pak tadi jadi ketemu?”

“Udah, akhirnya Kosasih yang tau persis teknis di sana. Suruh dikompromikan disana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku susah kita.”

“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari”

“Nah itu”

“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian”

“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”

“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia curiga duite dimakan Ari.”

“Bukan soal Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada disitu, diwalik sama-sama dia, Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya ga jadi masalah pak, itu saya suruh…”

“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih, kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu”

“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi Ade Rahardja segala. Ujug-ujugnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu siapa Pak? Kan nggak nyambung pak”

“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga tahu kan, karena kalo ga ada yang merintah Chandra Pak, nggak nyambung uang itu lho”

“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau edi nggak ngaku ya biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu”

“kan saksinya kurang satu”

“Saksinya akan sudah 2, Ari sama Anggodo”

“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana kan”

“kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama saja kan, ha ha ha…”

“suruh dia ngaku lah Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma pak punya temen.”

“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu Toni itu saya, sudah ngerti Pak. Yang penting dia nggak usah masalahin. Itu kan urusan penyidik. Yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja”

“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan. Sudah selesai…”

“Tapi, kalo dia nggak Bantu kita Pak, ya malah terjerumus. Dia dibenci sama Susno”

“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno”

Seseorang yang diduga Anggodo dengan FePria (6 Agustus 2009, 20.14)

“iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab. Modele bajingan kabeh, Yang. Chandra iku yo, wis blesno ae Yang, ojo ragu-ragu…”

Seseorang yang diduga Anggodo dengan …(7 Agustus 2009, 22.34)

“menurut bosnya Trunojoyo (Mabes Polri), kalau bisa besok sudah keluar”

“Male bilang tidak bagus, karena pemberitaannya hari minggu, orang sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main”

“Truno minta TV dikontak hari ini, supaya besok counternya dari Anggoro”.

Sementara itu bagian akan adanya ancamana pembunuhan terhadap pimpinan KPK nonaktif, Chandra M Hamzah, juga muncul  dalam rekaman tersebut

Berikut transkrip lengkap percakapan Anggodo dengan seseorang:

Tuut
Tuut
Tuut
Anggodo : Halo

Pria 2: Bos di mana bos?

Anggodo: Wah ndek Karet bos

Pria 2: O yo siap, iki aku jek ono rapat sek karo Pak Kasat

Anggodo: Yo wis gak opo-opo aku mang…

Pria 2: Dan itu… udah bos

Anggodo: Wis teko, anak buahe wis teko

Pria 2: Uwis? Wis rono?

Anggodo: He eh tak cekeli yoo tithik yoo… aku mau…

Pria 2: Baru…

Anggodo: Aku ngomong

Pria 2: Iki engko tak tandatangani nang Ibis Kono

Anggodo: Yoo terus aku ngomong

Pria 2: Hee

Anggodo: Ambek Alex, iku SD telu bos-ku piro? Aku muni sepuluh ae aku muni ngono

Pria 2: Uwis iku di pek-eng uwis kabeh, engko di engko dikirim bos

Anggodo: Oke bos

Pria 2: Siap siap bos

Anggodo: Suwun yoo. Aku sesuk esuk balik yo

Pria 2: Yo bos?

Anggodo: Sesuk esuk aku balik

Pria 2: Enggak aku nanti…posisi itu terus

Anggodo: Inii rencana mau pergi makan nanti

Pria 2: Ooo yo uwis engko nek selesai makan

Anggodo: Iki wis, wis telung wulan gak mangan enak dino iki ate mangan enak

Pria 2: Oo siap bos siap bos

Anggodo: Soale aku mari antem-anteman karo Alex ndek kene

Pria 2: Ha ha ha

Anggodo: Ternyata Truno tiga komitmennya tinggi sama saya

Pria 2: Oo gitu bos ya

Anggodo: Lho kan wis mlebu bos wingi

Pria 2: Iyo?

Anggodo: Cak dilebokno tapi wis ndek SK

Pria 2: Ooo siap siap bos

Anggodo: Saiki non aktif, tapi katut koncone kene sithuk

Pria 2: Pak Ade?

Anggodo: Dudu

Pria 2: Sopo?

Anggodo: Bibit

Pria 2: Oo itu tetep kenek?

Anggodo: Yo wee, ilek iku kan ijek konco kene bos

Pria 2: Ooo gitu

Anggodo: Tapi lek sing sithuk Chandra sesuk dilebokno malah tak pateni ndek njero kok

Pria 2: Iyo yo yo. Tapi Pak Ade piye bos?

Anggodo: Selama nanti urusan saya… selesai

Pria 2: Ya

Anggodo: De’e pasti tak tutupi tho bos

Pria 2: Siap bos

Anggodo: Konco-konco iki pan aku yo usaha, yang jelas penghiatan bukan dari kita

Pria 2: Yo yo bos, yo bos yo bos

Anggodo: Dan itu mungkin sudah disadari semua konco-konco to bos?

Pria 2: Ya iya bos iya bos

Anggodo: Model Anggodo kan ndak mungkin penghianatan

Pria 2: Iya iya pastilah pasti

Anggodo: Iyo bos

Pria 2: Yo bos nanti sempet nanti mau ketemu sama si bos sebentar bos

Anggodo: Oke bos oke

Pria 2: Siap bos makasih bos

sumber: http://www.maubaca.com/serba-serbi/571-ini-dia-transkrip-lengkap-rekaman-kpk-percakapan-anggodo-widjojo-dengan-wisnu-yang-diputar-di-mk.html