Para mahasiswa membakar keranda mayat dan karikatur PLN, yang menyimbolkan sebagai rasa kekecewaannya karena tuntutannya tidak terpenuhi, Kamis (12/1). 


WARTA KOTA, MONAS — Himbauan sudah dilakukan oleh pihak kepolisian agar mahasiswa segara membubarkan aksi demo yang gelar di Monas. Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Namun himbauan tersebut tidak didengarkan oleh para mahasiswa, mereka akan bubar jika perwakilan mahasiswa yang ada di dalam Istana sudah keluar.

“Kami tidak akan bubar jika rekan kami yang berada didalam Istana belum keluar, karena kami datang atas dasar persatuan,” kata seorang orator di mobil komando, Kamis (12/1).

Kondisi makin memanas ketika pihak kepolisian menghimbau untuk segera membubarkan diri pukul 18.00 WIB.

“Rekan-rekan mahasiswa jangan memancing-mancing, mohon tertip,” kata kapolres Jakarta Pusat.

Pantauan Warta Kota, beberapa polisi tengah siap siaga untuk antisipasi tindakkan yang tidak baik.

Polisi bertameng pun tengah siap siaga, hingga polisi di mobil water cannon, hingga mobil baraccuda.

Namun ketika perwakilan kembali mereka merasa kurang puas karena tuntuntannya tidak terpenuhi, karena Presiden yang saat itu tengah berada di dalam Istana tidak menemui perwakilan rakyat ini.

Tuntutan yang tak terpenuhi membuat para mahasiswa ini membakar keranda mayat, dan karikatur PLN, yang menyimbolkan sebagai rasa kekecewaannya kerena tuntutannya tidak terpenduhi.

Polisi hingga kini tetap siaga, mahasiswa belum juga beranjak dari lokasi.(Joko Supriyanto)

Sumber: wartakota.tribunnews.com/Kamis, 12 Januari 2017

(nahimunkar.com)