Uang Calhaj Rp 17 Triliun Masuk Rekening Menteri Agama

Jumat, 12 Februari 2010 – 4:36 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Departemen Agama kedodoran dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji. Selain ONH dari tahun ke tahun naik juga terjadi penumpukan uang Rp 17 triliun pada 21 bank atas nama rekening Menteri Agama RI.

Dana sebanyak itu merupakan uang setoran awal  ratusan ribu cahaj haji.  Sumber di Departemen Agama (Depag) RI, tadi malam, menyebutkan jumlah haji (calhaj) hingga Kamis, 11 Februari 2010, ada sekitar 850 ribu  orang.

Mereka sudah membayar setoran awal sekitar Rp 20 juta/calhaj untuk keberangkatan ke tanah suci secara bergilir. Uang tersebut dari waktu ke waktu bertambah banyak hasil bunga yang diberikan  pihak bank.

Meski begitu, pelayanan  Depag kepada calhaj justru dirasakan setiap tahunnya terus-terusan menaikkan ONH. Menyikapi hal itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah agar menyerahkan penyelenggaraan haji kepada swasta.

“Sebaiknya Depag ikhlas melepaskan saja wewenang ini. Penyelenggaraan haji jangan dikangkangi Depag terus, tapi serahkan saja kepada swasta” ungkap Tulus Abadi, Pengurus Harian YLKI.

DIBUKTIKAN MALAYSIA

Jika ditangani perusahaan swasta, YLKI yakin penyelengaraan haji ke depan bisa lebih baik. Pelayanan model itu sudah dibuktikan negara lain, misalnya Malaysia. Pemerintah hanya berperan sebagai regulator.

“Bila diserahkan kepada swasta, maka masing-masing perusahaan penyelenggara haji akan berusaha memberi pelayanan terbaik dengan tingkat tarif wajar,” katanya.
ONH setiap  jemaah saat ini mencapai sekitar Rp36 juta (3.444 dolar AS dengan kurs Rp10.500). Tapi  sampai sejauh ini, tidak pernah dijelaskan rincian tarifnya kepada jemaah.

Dia mencontohkan, pelayanan jemaah haji di Malaysia jauh lebih baik dan ONH-nya lebih murah dibandingkan di Indonesia. “Padahal, Indonesia memiliki posisi tawar lebih bagus dibanding dengan Malaysia. Sebab jumlah jemaah haji Indonesia jauh lebih banyak,” tegasnya.

MASIH BISA DITEKAN

Rekasi lain diperoleh dari Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Kadir Karding. Ia  menyatakan ONH masih bisa ditekan dengan cara memangkas biaya yang tidak penting. “Komponen yang bisa dikurangi misalnya untuk biaya catering, ongkos pesawat, tempat pemondokan,” katanya.

“Kami harapkan agar Depag menegosiasi ulang untuk mendapat tiket yang lebih murah,” katanya.

Dia mengatakan ongkos pesawat jemaah haji tidak bisa disamakan dengan ongkos umroh. Jemaah umroh naik pesawat reguler biasa. Pesawat bolak-balik sesuai jadwal dan membawa penumpang. “Sedangkan pesawat haji, itu dicarter khusus untuk naik haji, berangkat isi pulangnya kosong. Jadi ongkosnya lebih mahal,” katanya.

Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa  di Komisi VIII DPR menemukan permasalahan dalam ibadah haji 2009 antara lain penundaan penerbangan jamaah haji, pemondokan jamaah haji masih jauh, dan adanya pelayanan akomodasi yang berbeda.
Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Golkar Muhammad Oheo Sinapoy menegaskan, harus dilakukan reformasi dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Penyelenggaraan ibadah haji masih jauh dari harapan.

Ia mengaku heran kepada Menteri Agama karena mengkampanyekan dirinya berhasil dalam penyelenggaraan ibadah haji.

BELUM SETARA

Pelayanan terhadap jemaah haji Indonesia masih belum setara dengan besarnya ONH. Kondisi ini banyak dikeluhkan jemaah selama berada di Tanah Suci. Harapan agar pelayanan membaik  selama musim haji mendatang dikemukakan banyak orang. Belakangan ini sudah ada 850 ribu calon (calhaj) terdaftar di Departemen Agama (Depag). Calhaj tersebut sudah membayar uang setoran awal lewat bank Rp20 juta/orang.

Keluhan yang mencuat selain tingginya ongkos naik haji (ONH)  juga menyangkut perkara lokasi pemondokan yang sangat jauh, kamar hotel yang berdesak-desakan, kesiapan makan, tenda di Armina, serta transportasi.

“Beda banget dengan negara lain seperti jemaah asal Malaysia. Saya lihat mereka lebih nyaman dalam beribadah karena fasilitasnya juga lebih bagus,” kata Zainal, jemaah haji asal DKI Jakarta, Kamis (11/2).

ONH yang dibayar jemaah asal Malaysia lebih rendah. Mereka membayar ONH 10 ribu ringgit (sekitar Rp27 juta), sedangkan jemaah asal Indonesia sekitar Rp36 juta/orang.

ONH untuk jemaah haji Indonesia ditetapkan pemerintah untuk bayar pesawat  1.757 dolar AS, atau sekitar Rp17,5 juta/orang.    Namun Pujobroto, Kepala Humas Garuda Indonesia, ketika dihubungi mengatakan, harga tiket haji tidak ditentukan Garuda sendiri.

“Setiap tahunnya selalu dibicarakan bersama dengan anggota DPR dan Departemen Agama,” ungkapnya “Tarifnya berbeda-beda. Selain tergantung zona atau wilayah embarkasi, juga terkait dengan perkembangan harga minyak dunia.”

Tarif haji tahun lalu, menurut Pujobroto, sekitar 1.400 dolar sampai 1.800 dolar AS atau sekitar Rp14 juta – Rp18 juta/orang tergantung lokasi embarkasi.

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abduh Depag, Ghafur Djawahir, di ruang kerjanya, mengatakan biaya tiket sebesar 1.737 dolar AS itu untuk setiap jemaah sudah termasuk berbagai diskon.

“Harga tiket 1.737 dolar AS sudah termasuk kenaikan harga yang berlaku pada musim haji. Selain itu, harga tiket 1.737 dolar AS itu karena pihak penerbangan harus melakukan empat kali penerbangan selama musim haji,” papar Ghafur.

SETORAN AWAL

Menyinggung soal uang setoran awal ONH senilai Rp20 juta, Ghafur mengakui dengan tersebut ada bunganya  sebesar Rp650 ribu per tahun.

“Uang bunga itu digunakan untuk indirect cost (biaya tidak langsung) misalnya untuk sewa kantor di Arab Saudi bagi petugas haji Indonesia,” katanya. “Bahkan, kami membagikan indirect cost itu kepada jemaah haji saat mereka berada di Madinah, termasuk saat mereka berada di Jakarta ketika akan berangkat ke Tanah Suci.”

Komponen biaya haji, katanya, ada dua kategori yakni, direct cost (biaya langsung) seperti sewa pemondokan, konsumsi, dan dokumen haji juga indirect cost seperti biaya penerbangan petugas nonkloter, dan rehabilitasi beberapa asrama haji di dalam negeri, termasuk tambahan makanan saat jemaah haji berada di Madinah, Mekah serta Arafah Mina. (dwi/setiawan/johara/us/o/t)

Eincian Biaya musim haji 2009/1430 H :

1. Biaya Penerbangan Indonesia Arab Saudi pp  1.757 dolar AS

2. Biaya wajib dan operasional di Arab Saudi      1.236 dolar AS

3. Safeguarding (Biaya Cadangan)                        15,1 dolar AS

1. Living Cost                                       405 dolar AS

Jumlah                                                                3.444 dolar AS

http://www.poskota.co.id/headline/2010/02/12/uang-calhaj-rp-17-triliun-masuk-rekening-menteri-agama