Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menyerahkan laporN nota singkat akhir pelaksana tugas kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat acara serahterima laporan nota singkat akhir pelaksana tugas Gubernur DKI di Balaikota, Jakarta, Sabtu (11/2). Melalui laporan nota tersebut, Ahok kini resmi menjabat kembali sebagai gubernur yang aktif. AKTUAL/Tino Oktaviano


Jakarta, Aktual.com – Dalam sebuah acara sertijab, Ahok mengatakan “Harus tahu persis kenapa pilih A, kenapa pilih B, kenapa pilih C? Tapi kalau berdasarkan agama, itu juga saya enggak mau larang. Kita bisa berdebat gara-gara itu saya disidang. Tapi saya mau katakan bahwa anda melawan konstitusi kalau pilih orang berdasarkan agama”.

Ucapan di atas merupakan pernyataan yang disampaikan Ahok dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Gubernur DKI Jakarta, Sabtu (11/2) lalu.  Ucapan tersebut dinilai aktivis 98, Ferdinand Hutahaean, tidak layak untuk diucapkan seorang yang beragama.

Tak hanya itu, Ferdinand pun menanyakan keagamaan seorang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Terlebih, saat ini Ahok masih berstatus sebagai kasus penistaan agama.

“Pernyataan tersebut hanya layak diucapkan oleh seorang yang berpaham atheis, paham yang tidak meyakini keberadaan Tuhan Yang Maha Esa. Padahal Ahok adalah seorang beragama, namun dengan kalimat tersebut status Ahok sebagai orang beragama menjadi perlu dipertanyakan,” ujar Ferdinand dalam rilisnya kepada Aktual pada Senin (13/2).

Padahal dalam pembukaan UUD ’45, lanjut Ferdinand, telah menyebutkan bahwa negara Indonesia berdasarkan perintah agama. Meskipun bukan negara agama, namun ia menyebut bahwa Indonesia merupakan negara yang hidup menurut perintah agama.

Oleh karenanya, ucapan Ahok dirasa Ferdinand sangat tidak masuk akal dan tidak pantas karena  telah melukai Konstitusi dan Pancasila sebagai dasar negara.

“Apakah Ahok ingin meniadakan dan menghilangkan eksistensi Agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Apakah Ahok ingin menjauhkan Agama dari kehidupan masyarakat?” tanya Ferdinand

(Laporan: Teuku Wildan)

(Ismed Eka Kusuma)/aktual.com

(nahimunkar.com)