Para turis China mengamuk di Bandara Hokkaido New Chitose, Jepang, setelah penerbangan dibatalkan akibat turun hujan salju terparah. Foto / YouTube


HOKKAIDO – Publik di Jepang menghujat perilaku sekitar 100 turis China yang mengamuk di Bandara Hokkaido New Chitose. Amuk para turis China itu terjadi setelah 280 penerbangan dibatalkan karena turun hujan salju terparah dalam lebih dari 50 tahun terakhir.

Sekitar 100 turis China yang emosi terlibat perkelahian dengan para staf bandara. Hujatan publik Jepang bermunculan setelah rekaman amuk para turis China itu disiarkan stasiun televisi.

Insiden itu terjadi pada Jumat malam pekan lalu. Rekaman video diambil dari jarak dekat dan diputar stasiun TBS News. Dalam sekejap, rekaman video itu viral di media sosial.

”Ini adalah kebiasan wisatawan China,” kecam warga Jepang, Kato, dalam komentar di bawah video yang diputar di YouTube. ”Turis China segera mengamuk dan mengulangi tindak pidana. Mereka sangat, sangat biadab,” lanjut Kato.

Yukkiko Namie, warga Jepang pengguna media sosial juga menyesalkan ulah para turis China. ”China … tidak sopan, tidak disiplin,” katanya. ”Benar-benar menjijikkan, jangan pernah mengunjungi dan membuat kesulitan di negara saya lagi,” kesal dia.

Sejumlah poster anonim di situs 2channel—situs yang memiliki reputasi untuk komentar inflamasi—menyalahkan pemerintah Jepang yang terlalu mudah dalam menerapkan peraturan visa untuk wisatawan China.

Pesan lain di situs itu menggambarkan perilaku para turis China sebagai tindakan barbar dan tidak menggunakan akal sehat ketika berlibur ke negara lain.

Meski demikian, menurut kepolisian Jepang, tidak ada penangkapan terhadap para turis China, meskipun ada dua orang yang dikirim ke rumah sakit terdekat setelah terperangkap dalam perkelahian massal itu.

Seorang komentator di situs dng65.com melaporkan bahwa klaim bentrokan itu dipicu penerbangan ke  China yang ditunda karena faktor cuaca. Tapi, para wisatawan China menuduh pemerintah Jepang melakukan diskriminasi terhadap warga China.

“(Turis) China adalah turis terburuk. Ini adalah alasan mereka dibenci di Jepang,” bunyi salah satu komentar di situs itu seperti dikutip South China Morning Post, semalam (27/12/2016).

(mas)/ http://international.sindonews.com/

(nahimunkar.com)