Ulama Kenya Larang Tempat Menonton Siaran Bola

–Sheikh Khalif Mohammed mengatakan keputusan diambil bersama dengan pihak berwenang setempat karena, menurutnya, anak-anak cenderung menonton siaran langsung di ruang menonton dan membolos sekolah.

–Selain itu, kata Mohammed, mereka suka menonton video porno.

NAIROBI, (PRLM).- Ketua Majelis Ulama Kenya utara mengatakan tempat-tempat penayangan siaran langsung pertandingan sepak bola melalui televisi satelit sekarang telah dilarang. Alasannya, kata Sheikh Khalif Mohammed, ruang-ruang tersebut memiliki pengaruh buruk bagi generasi muda. Keputusan ini dikeluarkan sekitar enam pekan sebelum pembukaan final Piala Dunia dan merupakan pukulan berat bagi penggemar sepak bola di Kenya.

Wartawan “BBC” di Kenya, Will Ross melaporkan bahwa sepak bola merupakan cabang olah raga yang sangat populer di Kenya, seperti halnya di negara-negara Afrika lainnya. Banyak warga Kenya terobsesi dengan Liga Primer Inggris dan mereka berbondong-bondong mendatangi ruang video guna menonton pertandingan langsung yang disiarkan oleh televisi satelit.

Namun kini sebagian penduduk di Mandera, sebuah kota di Kenya utara, tidak bisa menonton pertandingan langsung dan tentu mereka tidak senang dengan keadaan itu khususnya karena Piala Dunia akan digelar tidak lama lagi.

Ketua Majelis Ulama Kenya utara, Sheikh Khalif Mohammed mengatakan ruang-ruang menonton bola berdampak buruk bagi kaum muda dan keberadaannya telah dilarang.

Banyak warga Kenya menonton siaran langsung Liga Primer Inggris. Dia menegaskan ruang-ruang tersebut tidak akan dibuka lagi menjelang Piala Dunia. “Kalau ada orang yang ingin menonton Piala Dunia di rumahnya tidak masalah, tapi mereka dilarang menonton di tempat-tempat umum,” tegasnya.

Sheikh Khalif Mohammed mengatakan keputusan diambil bersama dengan pihak berwenang setempat karena, menurutnya, anak-anak cenderung menonton siaran langsung di ruang menonton dan membolos sekolah.

Selain itu, kata Mohammed, mereka suka menonton video porno. Sebagian besar penggemar bola di Kenya utara menonton pertandingan melalui jaringan satelit Afrika Selatan, DSTV, tetapi mereka tidak mampu berlangganan di masing-masing sehingga mereka menonton pemain idola mereka di tempat-tempat penayangan dengan membayar sedikit ongkos masuk.

Ulama Sheikh Khalif Mohammed mengatakan alat-alat untuk menerima siaran satelit DSTV telah disita dari ruang-ruang menonton pertandingn dan para pemiliknya diberi ganti rugi guna memulai usaha baru.

Bagaimanapun, sebagian warga mempertanyakan dasar hukum langkah tersebut. Bahkan sebagian kalangan mengatakan tindakan di Kenya utara ini paralel dengan sejumlah kejadian di negara tetangga Kenya, Somalia.

Kelompok pemberontak berhaluan Islam di Somalia memberlakukan sejumlah peraturan, antara lain larangan sepak bola, film dan musik di radio. Mereka juga memaksa penduduk pria untuk memelihara jenggot dan bahkan melarang perempuan mengenakan BH. (A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/112108

Hukum Menonton SEPAK BOLA di Televisi?

Ditulis oleh Admin di/pada 22/01/2010

Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-’Utsaimin rohimahulloh

Pertanyaan:

Apa hukum menonton sepak bola yang ditayangkan di televisi?

Jawaban :

Saya memandang bahwa menyaksikan permainan-permainan yang ditayangkan di televisi atau yang lainnya dari berbagai tayangan adalah menyia-nyiakan waktu.

Dan sesungguhnya seorang manusia yang berakal, dia tidak akan menyia-nyiakan waktunya dengan perkara-perkara seperti ini yang tidak mendatangkan faedah sama sekali. Ini jika dia selamat dari kerusakan lainnya. Dan jika terdapat bersamanya kerusakan yang lain,yang akan menumbuhkan dalam hati penontonnya yang bersenang-senang tersebut perasaan bangga kepada pemain yang kafir, maka ini tidak meragukan lagi adalah perbuatan haram,sebab kita tidak boleh sama sekali memuliakan orang kafir, apapun yang dia dapatkan dari kemajuan, sesungguhnya tidak boleh sama sekali kita memuliakan mereka. Ataukah pada pertandingan-pertandingan tersebut telah nampak padanya paha-paha para pemuda yang dapat menimbulkan fitnah, bahkan menurut pendapat yang mengatakan bahwa paha bukan termasuk aurat, maka saya tidak mengatakan bahwa para pemuda boleh menampakkan pahanya sama sekali, Adapun kalau kita menyatakan bahwa Paha termasuk aurat, sebagaimana yang masyhur dari madzhab Imam Ahmad, maka perkaranya lebih jelas lagi bahwa hal tersebut tidak boleh.

Yang jelas, yang aku nasehatkan kepada saudara-saudaraku agar mereka semangat untuk menjaga waktu-waktunya, karena sesungguhnya waktu itu lebih mahal dari harta.apakah kalian tidak membaca firman Allah Ta’ala:

(حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ )

sehingga apabila telah datang kematian ke salah seorang dari mereka,maka ia berkata: kembalikanlah aku.Semoga aku bisa kembali beramal shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan”.

Dia tidak mengatakan: kembalikan aku agar aku dapat bersenang-senang dengan dunia, namun dia mengatakan “semoga aku dapat beramal saleh terhadap apa yang aku tinggalkan,untuk menggantikan waktu yang telah ia lewati sebelum mati.

(transkrip dari kaset yang berisi fatwa beliau tersebut)

حكم مشاهدة كرة القدم

السؤال: ما حكم رؤية مباراة كرة القدم التي تعرض في التلفاز؟

الجواب: الذي أرى أن مشاهدة الألعاب التي تعرض في التلفاز أو في غيره من المشاهدات أنها مضيعة للوقت وأن الإنسان العاقل الحاذق لا يضيع وقته بمثل هذه الأمور التي لا تعود إليه بفائدة إطلاقا,هذا إن سلمت من شر آخر ,فإن اقترن بها شر آخر بحيث يقوم في قلب متفرج تعظيم اللاعب الكافر مثلا فإن هذا حرام بلا شك,لأنه لا يجوز لنا أن نعظم الكفار أبدا مهما حصل له من التقدم فإنه لا يجوز لنا أن نعظمهم ,أو كانت هذه المبارات قد ظهرت فيها أفخاذ شباب يحصل بها الفتنة.فإن الراجح عندي أنه لا يجوز لشباب حين لعب الكرة أن يخرجوا أفخاذه لما في ذلك من الفتنة حتى على القول بأن الفخذ ليس بعورة فلا أرى أن الشباب يخرج فخذه أبدا .أما إذا قلنا بأن الفخذ عورة كما هو المشهور من مذهب الإمام أحمد فالأمر فيها واضح أنه لا يجوز على كل حال.فالذي أنصح به إخواننا أن يحرصوا على أوقاتهم فإن الأوقات أغلى من الأموال,ألم تقرؤوا قول الله تعالى:

(حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ )

لم يقل: ارجعون لأتمتع بالدنيا ولكن يقول: لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ بدلا من الوقت الضائع الذي أمضاه قبل أن يموت,

(قتوى ابن عثيمين)

Sumber: Darussalaf.or.id dinukil dari http://ibnulqoyyim.com Judul Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-’Utsaimin rohimahulloh, Judul Hukum Menonton Sepak Bola di Televisi?

Sumber: http://qurandansunnah.wordpress.com/2010/01/22/hukum-menonton-sepak-bola-di-televisi/