Ulil Dedengkot Liberal Dikirimi Bom Skala Kecil

Entah siapa sejatinya pengirim bom skala kecil ke dedengkot liberal Ulil Abshar Abdalla, kenyataannya bom itu meledak di tangan polisi yang seharusnya hanya pihak gegana yang boleh membuka bom. Entah itu kebodohan siapa.

Inilah berita-beritanya.

Ulil Dikirimi Bom, Waspadai Pengalihan Isu

Jakarta (SI ONLINE)-Bom dalam skala kecil meledak di Kantor Jaringan Islam Liberal (JIL) yang sekaligus Kantor Radio 68H, di Jl Utan Kayu Raya No. 68H, Jakarta Timur. Menurut berita yang beredar, bom itu meledak pada Selasa (15/3/2011) sekitar pukul 16.05 WIB saat diperiksa polisi.

Bom yang akhirnya meledak itu adalah paket buku yang dikirimkan untuk tokoh JIL Ulil Abshar Abdalla. Bom itu meledak dan melukai seorang polisi, yang diketahui adalah Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan, demikian dilaporkan sejumlah media online dan televisi.

Menanggapi hal ini, Direktur An Nashr Institute Munarman meminta agar mewaspadai pengalihan isu yang sedang dimainkan.

“Yang biasa mein bom skala kecil begini adalah justru si Goen (Gunawan Mohammad, red) sendiri yang dulu pada tahun 1998 mensponsori bom tanah tinggi”, kata Munarman melalui pesan singkat (sms) kepada Suara Islam.

Rep: Shodiq Ramadhan

Suaraislam.com, Tuesday, 15 March 2011 16:54

Tentang siapa yang boleh membuka bom, inilah beritanya:

Gegana Tidak beri Arahan ke Kompol Dodi untuk Jinakkan Bom

E Mei Amelia R – detikNews

Jakarta – Tim Gegana tidak memberi arahan kepada Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur (Jaktim) Kompol Dodi Rahmawan untuk menjinakkan bom. Upaya menjinakkan bom dengan air merupakan tindakan bodoh.

“Tidak ada arahan dari Gegana untuk menjinakkan bom. Apalagi disiram dengan air, itu tindakan bodoh,” ujar Kasat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Imam Margono ketika dihubungi wartawan, Selasa (15/3/2011).

Imam mengakui, jika anak buahnya sempat menerima telepon dari Dodi untuk meminta arahan menjinakkan bom. Namun personel Gegana menolak permintaan Dodi.

“Sebelum meledak, dia (Dodi) sempat menelpon minta arahan. Tapi Gegana tidak mau, karena itu tidak boleh dan sangat teknis. Hanya Gegana yang boleh membuka barang mencurigakan,” terang Imam.

Imam menambahkan, Dodi mengira jika paket itu merupakan petasan. Namun Dodi seharusnya tidak boleh menganggap remeh akan hal itu.

“Hanya Gegana yang punya kewenangan untuk mengecek fisik bom rakitan,” tutur Imam.

Bagaimana teknis menjinakkan bom? “Itu sangat rahasia,” kata Imam.

(nik/fay)

Sumber: detikNews, Selasa, 15/03/2011 20:00 WIB

(nahimunkar.com)