Ulil Praktek Kutu Loncat?

Pentolan JIL, Ulil Abshar Abdalla, tampaknya sedang praktek lakon kutu loncat. Setelah Ulil disingkang-singkang (disikapi agar menjauh) dari NU (Nahdlatul Ulama), tahu-tahu kini loncat ke Partai Demokrat besutan SBY.

Dalam jajaran susunan pengurus PBNU, Ulil tidak tercantum. Kenyataan pahit itu menambah catatan buram setelah Ulil keok (kalah) pada putaran pertama pemilihan ketua umum PBNU di Muktamar Makassar 2010. Namun tiba-tiba Ulil tercantum dalam kepengurusan Partai Demokrat.

Di masa jaya-jayanya Golkar pada pemerintahan Orba (Orde Baru) pimpinan Soeharto banyak orang yang loncat ke Golkar. Saat itulah sebutan kutu loncat sangat popular. Dalam sejarahnya, belum terdengar ada kutu loncat yang sukses. Bahkan tempat yang dijadikan kancah hadirnya para kutu loncat akhirnya kurang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Tentang loncatnya Ulil ke Demokrat, inilah beritanya:

Gagal Incar Ketua Umum PBNU, Lari ke Demokrat

Friday, 18 June 2010 07:34

Setelah tak dapat dukungan menjadi Ketua Umum PBNU, kini Ulil lari menuju ke Partai Demokrat

Hidayatullah.com—Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalah nampaknya tak kalah akal. Setelah gagal mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PBNU, kini ia lari ke Partai Demokrat (PD).

Di partai yang didirikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, Ulil Ulil Abshar Abdalla dijadikan sebagai Ketua Divisi Pengembangan Strategi.

Keberadaan Ulil ini muncul setelah Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) yang terpilih, Anas Urbaningrum secara resmi mengumumkan struktur dan pengurus Partai Demokrat 2010-2015 di kantor DPP Partai Demokrat, di jalan Pemuda Jakarta Timur, Kamis (17/6) kemarin.

“Partai ini adalah partai yang on the making partai yang masih bisa dibentuk dan terbuka terhadap gagasan-gagasan lain. Partai ini sangat cocok bagi kaum intelektual seperti saya yang banyak berkutat dengan gagasan,” ujar Ulil kepada inilah.com menjawab alas an mengapa ia bergabung dengan Demokrat.

Sebagaimana diketahui, pada Muktamar Ke-32 NU di Makassar Maret 2010, Ulil keok di tahap pertama.  Ulil sempat  membagikan surat berisi tulisan arab untuk mencari dukungan dari pimpinan-pimpinan cabang, pimpinan wilayah, dan termasuk cabang istimewa luar negeri namun tak mampu mendongkrak kepercayaan muktamirin padanya.

Semenjak Muktamar NU ke-31 yang berlangsung di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa tengah, sejumlah kiai sepakat menolak faham liberalisme masuk ke tubuh PBNU dan mereka terus mengganjal  masuknya Ulil menjadi kandidat Ketua Umum PBNU.  [cha/inl/hid/hidayatullah.com]