Tolak Relokasi Mesjid

Seorang wanita memegang poster ‘Tolak Relokasi’ bangunan mesjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Medan, Propinsi Sumatera Utara, Indonesia pada 15 Juli 2011. Foto oleh Sutanta Aditya pixeletphotomagz.com

 Protes Relokasi Mesjid

Sebanyak 30 Organisasi masyarakat umat Islam memprotes relokasi mesjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Medan, Popinsi Sumatera Utara, Indonesia pada 15 Juli 2011. Dalam protesnya masyarakat tetap melakukan ibadah shalat Jumat secara bersama-sama di atas aspal jalan dan menyampaikan aspirasi ke halaman kantor walikota Medan. (in OF THE DAY by Pixeletphotomagz — July 15, 2011 at 6:00 pm)

Tuntutan Ummat Islam sebagaimana disuarakan MUI Sumut dan MUI Kota Medan adalah mendesak agar Masjid Al-Ikhlas dibangun kembali di lokasi semula.
Inilah beritanya:

MUI Sumut Tolak Relokasi Masjid Al Ikhlas

Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI Sumut) menolak langkah relokasi (pemindahan tempat) Masjid Al-Ikhlas, Medan. Ditegaskan Ketua MUI Sumut, Arso, tidak pernah ada kesepakatan untuk merelokasi masjid ini.

Sebaliknya, tegas dia, MUI Sumut dan MUI Kota Medan justru mendesak agar Masjid Al-Ikhlas dibangun kembali di lokasi semula.

“Sepanjang ini, tak ada kesepakatan itu (relokasi, red),” ujar Arso kepada wartawan usai menghadap pimpinan MUI di Jakarta, belum lama ini.

Dalam pada itu, Arso juga meluruskan pernyataan yang sempat dilontarkan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, di salah satu harian Nasional edisi 13 Juli 2011, yang menyebut adanya kesepakatan mengenai relokasi Masjid Al-Ikhlas.

Arso mengatakan, tuntutan untuk membangun kembali Masjid Al-Ikhlas di lokasi semula didasari atas keputusan dan fatwa MUI Sumut. Fatwa tersebut menyatakan, status masjid itu adalah wakaf, karenanya tak boleh dibongkar dan direlokasi.

Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al- Ikhlas juga membantah adanya pertemuan dan kesepakatan dengan Kodam I Bukit Barisan untuk merelokasi masjid itu.

“Kita tidak tahu menahu dan tidak dilibatkan,” ujar Sekretaris BKM Al-Ikhlas, Leo Imsar Adnans.

Leo mengatakan, hingga saat ini tidak ada kesepakatan apa pun mengenai relokasi. Sebaliknya, sebagian besar ormas Islam meminta agar masjid tersebut dibangun kembali di lokasi semula.

Menurut Leo, terdapat 29 ormas yang menyatakan hal itu. Relokasi, menurut Leo, adalah opsi yang ditolak oleh sebagian besar masyarakat Sumut. Sebab, memindahkan masjid akan kontraproduktif dan tak menyelesaikan masalah.

Ia mencontohkan, Masjid At-Thoyyibah di Jl. Multatuli, Medan, yang direlokasi ke tempat lain setelah dirobohkan oleh pihak pengembang.

Ternyata, di tempat yang baru, Masjid At-Thoyyibah tak lagi dipergunakan oleh masyarakat sekitar yang menentang masjid tersebut dipindah.

Karena itu, lanjut Leo, satu-satunya opsi bagi Masjid Al-Ikhlas adalah dibangun kembali di tempat semula.

“Kita tidak ingin lagi ada masjid yang seenaknya digusur oleh pengembang,” tukasnya.*/Reinaldy

Rep: Ainuddin Chalik
Red: Syaiful IrwanMajelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI Sumut) menolak langkah relokasi Masjid Al-Ikhlas, Medan. Ditegaskan Ketua MUI Sumut, Arso, tidak pernah ada kesepakatan untuk merelokasi masjid ini.

Sebaliknya, tegas dia, MUI Sumut dan MUI Kota Medan justru mendesak agar Masjid Al-Ikhlas dibangun kembali di lokasi semula.

“Sepanjang ini, tak ada kesepakatan itu (relokasi, red),” ujar Arso kepada wartawan usai menghadap pimpinan MUI di Jakarta, belum lama ini.

Dalam pada itu, Arso juga meluruskan pernyataan yang sempat dilontarkan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, di salah satu harian Nasional edisi 13 Juli 2011, yang menyebut adanya kesepakatan mengenai relokasi Masjid Al-Ikhlas.

Arso mengatakan, tuntutan untuk membangun kembali Masjid Al-Ikhlas di lokasi semula didasari atas keputusan dan fatwa MUI Sumut. Fatwa tersebut menyatakan, status masjid itu adalah wakaf, karenanya tak boleh dibongkar dan direlokasi.

Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al- Ikhlas juga membantah adanya pertemuan dan kesepakatan dengan Kodam I Bukit Barisan untuk merelokasi masjid itu.

“Kita tidak tahu menahu dan tidak dilibatkan,” ujar Sekretaris BKM Al-Ikhlas, Leo Imsar Adnans.

Leo mengatakan, hingga saat ini tidak ada kesepakatan apa pun mengenai relokasi. Sebaliknya, sebagian besar ormas Islam meminta agar masjid tersebut dibangun kembali di lokasi semula.

Menurut Leo, terdapat 29 ormas yang menyatakan hal itu. Relokasi, menurut Leo, adalah opsi yang ditolak oleh sebagian besar masyarakat Sumut. Sebab, memindahkan masjid akan kontraproduktif dan tak menyelesaikan masalah.

Ia mencontohkan, Masjid At-Thoyyibah di Jl. Multatuli, Medan, yang direlokasi ke tempat lain setelah dirobohkan oleh pihak pengembang.

Ternyata, di tempat yang baru, Masjid At-Thoyyibah tak lagi dipergunakan oleh masyarakat sekitar yang menentang masjid tersebut dipindah.

Karena itu, lanjut Leo, satu-satunya opsi bagi Masjid Al-Ikhlas adalah dibangun kembali di tempat semula.

“Kita tidak ingin lagi ada masjid yang seenaknya digusur oleh pengembang,” tukasnya.*/Reinaldy

Rep: Ainuddin Chalik
Red: Syaiful Irwan

Hidayatullah.com Sabtu, 23 Juli 2011

(nahimunkar.com)