Video Mesum Memalukan Presiden,

Munas MUI agar Bahas Moral dan Akhlak

“Presiden memberi perhatian terkait tragedi video mesum yang baru-baru ini terjadi dan meminta Munas MUI menjadikan masalah moral dan akhlak menjadi pokok bahasan. Presiden, merasa malu, sedih karena waktu kunjungan ke luar negeri kemarin, beredar video tersebut dan menjadi perbincangan. Nilai-nilai kebebaan demokrasi dan HAM boleh-boleh saja, akan tetapi jangan sampai menampikkan moral dan akhlak,” tandas Sekretaris MUI Ichwan Sam mengutip Presiden.

Inilah beritanya:

MUNAS MUI

Presiden Minta MUI Bahas Moral

Laporan wartawan KOMPAS Suhartono

Senin, 19 Juli 2010 | 20:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat membahas masalah-masalah moral dan akhlak yang saat ini menjadi sorotan. Diharapkan, nilai-nilai kebebasan demokrasi dan hak asasi manusia yang didengung-dengungkan tidak menampikkan moral dan akhlak.

“Presiden memberi perhatian terkait tragedi video mesum yang baru-baru ini terjadi dan meminta Munas MUI menjadikan masalah moral dan akhlak menjadi pokok bahasan. Presiden, merasa malu, sedih”.

— Ichwan Sam

Permintaan Presiden Yudhoyono diungkapkan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MUI Ichwan Sam, dalam keterangan pers, seusai mendampingi DPP MUI bertemu dengan Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Senin (19/7) sore tadi

Dalam pertemuan itu, hadir pengurus DPP MUI di antaranya Ketua Umum MUI Sahal Mahfudh, Wakil Ketua Umum MUI Din Syamsudin, Ketua MUI Makruf Amin, Umar Syihab, Azri Adlani, Tuti Alawiah, Amidan, dan Mahru barin. Adapun Presiden Yudhoyono didampingi Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

“Presiden memberi perhatian terkait tragedi video mesum yang baru-baru ini terjadi dan meminta Munas MUI menjadikan masalah moral dan akhlak menjadi pokok bahasan. Presiden, merasa malu, sedih karena waktu kunjungan ke luar negeri kemarin, beredar video tersebut dan menjadi perbincangan. Nilai-nilai kebebaan demokrasi dan HAM boleh-boleh saja, akan tetapi jangan sampai menampikkan moral dan akhlak,” tandas Ichwan mengutip Presiden.

Menurut Ichwan, Presiden Yudhoyono meminta MUI untuk memberikan perhatian. Para ulama dan keluarga muslim agar diperhatikan. “Dan, Kepada Kepolisan dan Jaksa Agung, Presiden juga meminta agar melakukan langkah-langkah sesuai dengan ketentuan hukum dan jangan bertindak ragu-ragu,” tambah Ichwan Sam.

Munas MUI direncanakan berlangsung 23-28 Juli mendatang, dengan tema Meningkatkan Peran Ulama dalam Perbaikan Akhlak Bangsa dan Pemberdayaan Ekonomi Umat. Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan hadir membuka Munas MUI tersebut.

Selain menyelenggarakan Munas, MUI juga menggelar pameran halal internasional dan pertemuan lembaga sertifikasi halal seluruh dunia. MUI juga akan mengadakan pagelaran kebudayaan komunitas Asosiasi Muslim China bersama komunitas Muslim Indonesia.

Vaksin Maningitis Halal

Sementara, terkait dengan akan dibahasnya fatwa MUI mengenai label halal beberapa produk obat vaksin Maningitis, Ichwan menyatakan meskipun fatwa itu belum diumumkan ole h MUI, akan tetapi Presiden Yudhoyono sudah mendapatkan bocorannya mengenai yang halal dan yang haram.

Meskipun baru akan diumumkan Selasa (20/7), akan tetapi MUI menyatakan dari tiga vaksin Maningitis yang digunakan jamaah haji selama ini, dua di anta ranya halal. Produk vaksin maningitis yang dinyatakan halal dan telah melalui penelitian yang baik adalah produksi Novarnis dari Italia dan Tian Yuan dari RRT. “Salah satu vaksin maningitis yang haram adalah produk Belgia. Vaksin itu harus ditarik,” jelas Ichwan.

Dikatakan Ichwan Sam, salah satu topik yang disampaikan Presiden Yudhoyono adalah perlunya Indonesia meningkatkan kerjasama, khususnya para ulama Indonesia dengan ulama negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), khususnya dengan Turki. (har)

Editor: ksp

Sumber: kompas.com

Buku tentang memprihatinkan hancurnya akhlaq

Masyarakat Islam di Indonesia terutama para muballigh dan tokoh Islam tampaknya belakangan ini prihatin atas menonjolnya kehancuran akhlaq. Data dan fakta yang makin memprihatinkan mengenai merosotnya akhlaq dan moral masyarakat itu di antaranya telah dituangkan dalam buku yang berjudul Sumber-sumber Penghancur Akhlaq Islam, terbitan Pustaka Nahi Munkar, Jakarta Januari 2010.

Buku setebal 450 halaman dengan harga : RP 73.500,- itu karya Hartono Ahmad jaiz dkk, menyusul buku-buku sebelumnya yang berjudul:

1. Kyai Kok Bergelimang Kemusyrikan

2. Islam dan Al-Qur’an pun Diserang

3. Rekayasa Pembusukan Islam

4. Ummat Dikepung Maksiat, Politik Kotor dan Sesat

5. Pangkal Kekeliruan Golongan Sesat.

Buku Sumber-sumber Penghancur Akhlaq Islam ini berisi fakta dan data sumber pernghancur akhlaq Islam. Bagaimana bentuk penghancuran akhlaq itu dipaparkan dengan berita, ulasan, dan dalil (Al-Qur’an dan As-Sunnah) serta penjelasan ulama.

Buku ini berisi lima bab:

1. Penyebaran Virus Perusak Akhlaq.

2. Penjaga Akhlaq Dihadang Kepornoan dan Kontes Perempuan.

3. Judi, Miras, Narkoba dan Gaya Hidup Palsu.

4. Musik, Media Hiburan, dan Tempat Maksiat.

5.Wanita, Kejahatan, dan Syahwat

Pembahasan diawali dengan pendahuluan tentang Pentingnya akhlaq dalam Islam. Ini penting sebagai landasan.

Bab pertama, Penyebaran Virus Perusak Akhlaq. Para artis selebriti, yang porno, berzina, bahkan bergelimang dalam narkoba; justru tampaknya dipiara infotainment.

Bab kedua, Penjaga Akhlaq Dihadang Kepornoan dan Kontes Perempuan. Kontes ratu kecantikan pernah ditutup tapi kemudian dibuka dan digede-gedekan oleh media penghancur moral. Anehnya, yang membuka itu justru orang yang dulunya jadi menteri dan mengeluarkan surat keputusan pelarangan.

Bab ketiga, Judi, Miras, Narkoba, dan Gaya Hidup Palsu. Obat-obat berbahaya bahkan jamu dan kosmetik yang membahayakan ada daftarnya di buku ini. Yang lebih gawat lagi, Israel pusat perdagangan narkoba di dunia, sedang Indonesia jadi wadah pabrik-pabrik ekstasi.

Bab keempat, Musik, Media Hiburan, dan Tempat Maksiat. Ada grup dengan sebutan kyai seakan menunjukkan label Islam malah menjadikan shalawat sebagai sarana blusak-blusuk ke gereja dengan musiknya. Padahal musik bukan hal yang akrab dengan kekyaian apalagi keulamaan, karena memang haram dalam Islam. Masih pula pentas di gereja berpadu dengan nyanyian gereja bersama orang gereja.

Bab kelima, Wanita, Kejahatan, Dan Syahwat. Iblis menyesatkan manusia melalui wanita, disertai data-data sejarah yang didukung ayat Al-Qur’an. Ada wanita-wanita yang menjadi fitnah di tingkat nasional, hingga terjadi gonjang-ganjing politik, yang dikenal dengan kasus cicak (KPK/ Komisi Pemberantasan Korupsi) dan buaya (Polri polisi/ Republik Indonesia) dan lainnya. Tiga wanita berseliweran di lingkungan para pejabat tinggi Negara sehingga kekacauan pun membahana bahkan memanas dan berlarut-larut.

Itu semua terangkum dalam buku Sumber-sumber Penghancur Akhlaq Islam ini.

Buku ini telah dibedah di Pameran Buku Islam (Islamic Book Fair) 1431H/ 2010 di Gelora Senayan, Jakarta, Rabu 10 Maret 2010 jam 16.00. Juga dibedah di Masjid At-Taqwa, Kemanggisan, Jakarta Barat, Ahad 07 Maret 2010. Dan dibedah pula di Masjid Nida’ul Fithrah di Surabaya, Ahad 21 Maret 2010.

Di mana bisa diperoleh?

Buku-buku tersebut beredar luas di berbagai kota di Indonesia, bahkan sampai di Timur Tengah. Dan ini insya Allah dapat diperoleh di toko-toko buku di berbagai kota di antaranya:

Surabaya, PT. Elba Fitrah Mandiri Sejahtera Surabaya 031 70595271, 5911584 atau 08123125427.

Bekasi Barat, Toko Buku Fithrah 021 8655824, 71490693, 085649344766

Perwakilan di Malang 0341 7317413, 7365449

Di berbagai kota:

Medan, Tb Toha Putra 061 7368949

Padang, CV Al-Fitrah 0751 7050592, 081363310236. Tb At-Taqwa 0751 840322.

Riau, Tb Toha Putra 07617715424. Pustaka Muslim 08153716246

Jambi, Gunawan Agency 081 27856955

Lampung, Tb Balai Buku 0721 262692

Jakarta dan sekitarnya, Pustaka Ukhuwah 021 31909129, 081314091339. Tb Media Da’wah 021 3153928. Ramadhan Agency 021 98566422. Tb Buyung 081 29996024. Pustaka Da’wah 02170035160. Salma Agency 02170795643. Tb Imam Syafi’I 021 70510166. Meccah Agency 0219216610.

Bandung, Abbas Agency 022 6076025, 0811206770. Kafa Agency 02270756349.

Purwakarta, An-Najah Agency 0264202511, 08129764361.

Semarang, Tb Toha Putra 024 3549048. Nur Agency 0243520394, 081577878.

Solo, CV Arofah Group 08122594770. Pustaka Ukhuwah 02717007845.

Jogjakarta, Tb Sarana Hidayah 0274521637.

Surabaya, UD Pustaka Barokah 031 3773201. Tb Fatahillah 0315934740. Tb Media Idaman Pers 0315926860. Tb Cahaya Amanah Darmorejo 031 5624686, 5612988. Tb Manyar Jaya 0315027634. Halim Agency 0313719801. UD Hikmah Perdana 0313528043, 5042848. Pustaka Progressif 0313524242.

Gresik, UD Dewani 03170320542.

Banjarmasin, Tb Al-baba 05113350014. Tb Usaha Jaya 05113358703. Al-Islami Agebcy 05113304818, 08125108730. Al-Bayan Agency 05113306411, 0811508943.

Samarinda, Tb Zulfa 0541250427. Tb Kawisan 0541742662.

Tarakan, Tb Pustaka Madinah 08125491931.

Makassar, Cordova Agency 0411433144, 459083. Tb Andalusia 0411858866.

Ternate, Tb Selecta 092121265.

Mataram, Tb Titian Hidayah 03706617886, 081339523257.

Bima NTB, Ahmad Said  0374647209, 081339529071.

Papua, Tb Ulfa Kurnia 0951322472, 0811486720.

Merauke, Abu Fatwa 081344449370.

(nahimunkar.com).