Wafat Saat Tarawih, Imam Besar Dimakamkan

27/08/2009 – 10:47

INILAH.COM, Gorontalo – Kiai Roni Gobel mendapat khusnul khotimah. Orang yang baik akhir hidupnya. Imam besar di Masjid Agung Baiturahim Gorontalo ini meninggal dunia saat memanjatkan doa kepada Tuhan.

Kiai berusia 67 tahun ini menghembuskan nafas terakhirnya saat menunaikan salat tarawih pada Rabu 26 Agustus malam. Diduga Roni mengalami kelelahan. Jasadnya dimakamkan pada Kamis (27/8) pagi.

Sebelum jatuh, Roni sempat mengimami salat isya hingga selesai dan mengeluh sakit dada kepada imam lainnya di masjid tersebut. “Beliau mengeluh sakit dada dan minta air minum setelah salat isya,” tutur imam lainnya, Rasyid Kamaru.

Merasa tak mampu lagi mengimami salat tarawih, Roni meminta imam lain yakni Rasyid menggantikannya hingga kemudian jatuh pada saat rakaat keenam berlangsung. Saat jatuh, Roni diangkat sejumlah jamaah ke ruangan yang berada di sebelah mimbar, sementara salat tarawih tetap dilanjutkan hingga rakaat keduapuluh.

Sementara Ketua Takmirul Masjid Baiturahim Hamzah Husen usai salat tarawih memeriksa kondisi Roni yang telah menghembuskan nafas terakhir.

“Saat kami periksa, beliau 99 persen telah meninggal, namun kami belum berani mengumumkannya kepada jamaah masjid yang ada,” ujar Hamzah.

Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kegaduhan dan kepanikan, setelah jamaah masjid melihat jenazah sang imam diangkat keluar masjid dan dibungkus kain putih. Jasad Roni kemudian disemayamkan di rumah duka semalaman. [*/sss]

http://inilah.com/berita/politik/2009/08/27/147632/wafat-saat-tarawih-imam-besar-dimakamkan/