Wanita Palestina Gugat Tentara Israel yang Melecehkan Dirinya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Seorang perempuan Palestina yang dilecehkan tentara Israel berniat mengajukan gugatan terhadap tentara itu. Dia telah mengajukan permintaan gugatan itu terhadap pemerintah Palestina dan LSM HAM. Gugatan akan diajukan terhadap militer Israel.

Wanita bernama Ihsan Ad-Dababsi (35) asal desa Nuba, di selatan Tepi Barat, Palestina, terekam dalam video yang dibuat tentara Israel. Dalam video yang sudah diunggah ke You Tube itu, tentara itu menari-nari di dekat Ad-Dababsi dengan diiringi musik Arab. Ad-Dababsi yang mengenakan jilbab hitam tampak tangannya terikat dan matanya ditutup kain, sambil duduk tersender ke tembok.

Tentara Israel yang tak bermoral itu terlihat sesekali mendekatkan wajah dan tubuhnya ke Ad-Dababsi. ”Saya melihat rekaman video tersebut di Al-Jazeera. Saya tak bisa tidur sepanjang malam sebab saya merasa dinistakan dan frustrasi,” kata Ad-Dababsi (35), kepada AFP.

”Suara tawa tentara itu dan musik yang mereka pasang terus bergema di kedua telingaku,” tambah Ad-Dababsi mengenai rekaman video itu, yang memicu kemarahan setelah video tersebut disiarkan di Internet. Ad-Dababsi menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika perempuan tersebut ditangkap pada Desember 2007 dan didakwa sebagai anggota kelompok gerilyawan Palestina, Jihad Islam. Ditambahkannya, dia belakangan dihukum selama 22 bulan penjara.

”Ketika mereka menangkap saya, mereka membawa saya ke pusat tahanan Etzion di dekat Bethlehem. Setelah mereka menanyai saya, mereka menaruh saya di satu koridor dan menutup kedua mataku serta memasang borgol,” kata Ad-Dababsi. ”Saya dapat mendengar suara tawa tentara tersebut, suara mereka dan musik. Saya dapat melihat apa yang sedang berlangsung sebab penutup mata saya tidak kencang, dan saya memohon agar mereka tidak merekam saya.”

”Tapi mereka terus merekam saya, dan mereka minum alkohol serta menari,” ungkap Ad-Dababsi.

Red: Budi Raharjo

Rep: Antara

Republika.co.id, Kamis, 07 Oktober 2010, 11:07 WIB

(nahimunkar.com)