سكان مدينة حماة السورية يذبح مثل الخروف من قبل نظام الأسد

الأسد يذبح السوريين عشية رمضان المسلم/وكالات Assad membantai orang-orang Suriah malam Ramadhan/ almoslim.net

http://al7awajez.net

Kota Hama Suriah memasuki hari kelima di bawah pengepungan militer Kamis kemarin (4/8), di mana warga mengatakan orang-orang “dibantai seperti domba” di jalanan dan keluarga terpaksa menguburkan kerabat mereka yang tewas di kebun rumah atau pinggir jalan daripada harus menghadapi risiko melakukan perjalanan ke kuburan.

Persediaan makanan semakin menipis dan warga saling berbagi roti, sementara telepon, listrik dan internet terputus.

Tidak ada hitungan resmi korban yang tewas. Salah seorang warga mengatakan sekitar 250 orang telah tewas sejak hari Minggu lalu. Dan kelompok hak asasi yang melacak jumlah korban tewas melaporkan sampai dengan 30 orang tewas di Hama pada hari Rabu saja. Para korban tidak dapat diverifikasi karena kesulitan untuk mencapai warga dan pejabat rumah sakit di kota yang terkepung tersebut, di mana wartawan dilarang meliput apa yang terjadi di wilayah itu.

Salah seorang penduduk mengatakan ia melihat pria bersenjata berpakaian sipil secara acak menembak orang di jalanan.

“Orang-orang dibantai seperti domba saat berjalan di jalanan,” kata pria, yang berbicara kepada Associated Press melalui telepon dalam kondisi anonimitas karena takut adanya pembalasan. “Saya melihat dengan mata saya sendiri salah satu anak laki-laki mengendarai sepeda motor yang membawa sayuran ditabrak oleh tank.”

Serangan terhadap Hama, pusat pemberontakan melawan pemerintahan tangan besi Presiden Bashar Assad, termasuk yang paling ganas dalam upaya pemerintah untuk menghancurkan pemberontakan.(fq/ap)

ERAMUSLIM > DUNIA
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/warga-kota-hama-suriah-dibantai-seperti-domba-oleh-rezim-assad.htm
Publikasi: Jumat, 05/08/2011 07:18 WIB

***

Ramadhan di Suriah Diawali dengan Pembantaian Assad di Kota Hama

Suriah memulai puasa Ramadhan dalam suasana muram pada hari Senin ini (1/8) setelah pasukan rezim Assad menyerbu ke dalam kota Hama, tempat insiden pembantaian tahun 1982, dan menjadi salah satu hari paling berdarah dalam pemberontakan lima-bulan menentang Presiden Bashar al-Assad.

Aktivis HAM mengatakan 80 warga sipil tewas dalam serangan yang didukung oleh tank hari Minggu kemarin (31/7) di kota Suriah pusat di mana sebelumnya ayah Assad menghancurkan pemberontakan bersenjata Ikhwanul Muslim 29 tahun lalu, meratakan lingkungan itu dan membunuh ribuan orang.

Pasukan keamanan telah mengepung kota Muslim Sunni berpenduduk 700.000 orang tersebut selama hampir sebulan sebelum tindakan keras terjadi pada malam pertama Ramadhan.

Banyak warga berduyun-duyun ke masjid untuk shalat tarawih di malam hari, di mana hal ini yang dapat memberikan kesempatan bagi aksi protes untuk berkembang di seluruh Suriah.

Kantor berita negara Suriah mengatakan militer masuk ke Hama untuk membersihkan kelompok bersenjata yang meneror warga, namun hal itu dianggap sebagai “omong kosong” oleh seorang diplomat AS di Damaskus.

Presiden AS Barack Obama mengatakan ia terkejut oleh tindakan kekerasan “mengerikan” pemerintah Suriah terhadap rakyatnya di Hama dan berjanji untuk bekerja dengan pihak lain untuk mengisolasi Assad.

“Suriah akan menjadi tempat yang lebih baik ketika transisi demokrasi berjalan ke depan,” kata Obama dalam sebuah pernyataan hari Minggu kemarin.

Inggris dan Prancis juga mengutuk serangan di Hama. Italia mendesak pernyataan keras oleh Dewan Keamanan PBB, di mana Rusia dan Cina sebelumnya telah menentang kecaman terhadap Suriah.

Turki, salah satu sekutu utama Assad sampai menjelang pemberontakan, mengatakan bahwa seluruh dunia Islam “sangat kecewa” dengan kekerasan yang terjadi dan membuktikan kedustaan atas janji Assad akan reformasi.

Jamaah Ikhwanul Muslimin Suriah, menuduh elit sekte Alawy mengobarkan perang sektarian kepada umat Sunni dengan menyerang Hama.

“Suriah sedang menyaksikan perang pembersihan sektarian. Rezim telah mengaitkan pemusnahan terbuka dengan bulan sabit Ramadhan. Ini adalah perang terhadap identitas dan keyakinan bangsa Suriah … pada Arab muslim Suriah,” kata Ikhwan dalam sebuah pernyataan. (fq/reu)

ERAMUSLIM > DUNIA
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/ramadhan-di-suriah-diawali-dengan-pembantaian-assad-terhadap-warga-sipil-hama.htm
Publikasi: Senin, 01/08/2011 07:22 WIB

***

MILITER SURIAH BANTAI 137 WARGA

 

Rabu, 03 Agustus 2011 02:06
AMMAN, HALUAN—Setidaknya  137 warga sipil dilaporkan tewas akibat aksi serangan brutal  militer Suriah.Pada hari ketiga, Selasa,  serangan terus berlanjut di  kota Hama dan  sejumlah kota di SuriahSeperti diwartakan, langkah dramatis diambil Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam meng­hadapi para pengunjuk rasa dan kelompok oposisi, yang me­mintanya turun dari tampuk kepemimpinan di negeri itu.

Assad mengirim pasukan militernya ke sejumlah kota yang menjadi basis perlawanan ke­lompok oposisi dan pengunjuk rasa. Secara membabi buta militer menembaki warga sipil dengan senapan mesin dan menghujani mereka dengan peluru artileri tank-tank Angkatan Darat Suriah.

Kebrutalan Assad memicu kecaman dunia internasional. Mereka mencoba menekan Peme­rintah Suriah dengan men­jatuhkan sejumlah sanksi embargo ekonomi dan militer. Italia bahkan menarik duta besarnya sebagai bentuk protes.

Terkait jumlah korban jiwa terkini, sebuah insiden dilaporkan terjadi di penjara utama Kota Hama Senin dini hari ketika dua bus penuh berisi milisi pro-Assad merangsek ke sana pada malam harinya.

Menurut saksi mata, beberapa jam kemudian kerusuhan dan pembakaran terjadi di dalam penjara, yang diiringi teriakan dari para anggota milisi, “Hanya Tuhan, Suriah, dan Bashar,” terdengar dari dalam gedung. “Terjadi kerusakan parah di seksi utara kompleks bangunan penjara. Beberapa orang menceritakan, sejumlah mayat narapidana yang tewas terbakar dikeluarkan dari sana pada pagi harinya,” ujar salah seorang penghuni penjara tersebut.

Serangan militer pertama kali dilaporkan terjadi mulai hari pertama bulan Ramadhan ketika warga Muslim baru saja memulai ibadah puasa mereka.

Kantor berita Suriah SANA, Selasa,  melaporkan  ratusan orang bertopeng dan bersenjata merangsek dan menyerang dengan mengendarai sepeda motor.

Mereka membakar gedung pengadilan utama Kota Hama pada Senin siang dan juga merusak banyak gedung lain. Kelompok-kelompok pejuang hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban tewas dalam tiga hari insiden berdarah itu telah men­capai sedikitnya 137 orang tewas, sebagian besar (93 korban tewas) di Kota Hama.(dn/ap/ant)

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7418:militer-suriah-bantai-137-warga&catid=3:luar-negeri&Itemid=79

 

مع ارتفاع عدد القتلى..الأسد يذبح السوريين عشية رمضان

المسلم/وكالات  | 1/9/1432 هـ

ارتفع عدد القتلى في سوريا خلال اقتحام الجيش لعدة مدن أمس إلى 145 شخصاً، بينهم 100 في مدينة حماة، إضافة إلى مئات الجرحى، إصابة بعضهم خطرة، وذلك عشية حلول شهر رمضان المبارك, فيما واصلت السلطات الأمنية عمليات مداهمة، اعتقل خلالها أكثر من 300 شخص في ريف دمشق.

 وذكر رئيس الرابطة السورية لحقوق الإنسان عبد الكريم ريحاوي “إن 100 مدني قتلوا في حماة برصاص قوات الأمن التي رافقت الجيش لدى اقتحامه مدينة حماة”. وأضاف ريحاوي “إن خمسة أشخاص قتلوا برصاص الأمن في أحياء عدة من حمص عندما خرج أهلها للتظاهر نصرة لمدينة حماة”.

كما أشار ريحاوي إلى “مقتل 3 أشخاص في ريف إدلب، بينهم شخص من بنش وشخص من سرمين وآخر في سراقب” عندما خرج أهلها للتظاهر احتجاجاً على ما يجري في حماة.

من جهته، أكد رئيس المنظمة الوطنية لحقوق الإنسان عمار القربي “مقتل 19 شخصاً في دير الزور و6 أشخاص في الحراك وشخص في البوكمال”.

وأشار القربي إلى انتشار القناصة فوق الأسطح في مدينة دير الزور، موضحا أن “أغلب الإصابات كانت في الرأس والعنق”.
من جهته, تجاهل الرئيس السوري بشار الأسد يوم الاثنين المذابح التي ارتكبتها قوات الجيش والأمن في مدينة حماة ، وواصل اتهام جهات خارجية لم يسمها بالمسؤولية عما اعتبرها “مؤامرة لتفتيت سوريا وتفتيت المنطقة”,على حد قوله.

وقال الأسد في كلمة وجهها إلى الجيش السوري في الذكرى السادسة والستين لتأسيسه “إننا على ثقة مطلقة بأننا قادرون بوعي شعبنا وبوحدتنا الوطنية أن نسقط هذا الفصل الجديد من المؤامرة التي نسجت خيوطها بدقة وإحكام بهدف تفتيت سوريا تمهيدا لتفتيت المنطقة برمتها إلى دويلات متناحرة تتسابق لكسب رضا من عملوا على تفتيتها”، على حد تعبيره.

وكان الرئيس باراك أوباما قد انتقد ممارسات القوات السورية ضد المتظاهرين وتعهد بممارسة المزيد من الضغوط على نظام الأسد فيما دعت ألمانيا وإيطاليا بشكل منفصل مجلس الأمن الدولي إلى عقد جلسة طارئة اليوم الاثنين للنظر في تطورات الأوضاع في سوريا.

وقال أوباما في بيان له أمس الأحد إن “استخدام الحكومة السورية للعنف والوحشية ضد شعبها أمر مروع” مؤكدا أن “التقارير التي تخرج من حماة مرعبة وتظهر الطبيعة الحقيقية للنظام السوري”.

وأضاف أوباما أن إدارته ستواصل في الأيام المقبلة زيادة ضغوطها على النظام السوري والعمل مع آخرين في أنحاء العالم لعزل حكومة الأسد والوقوف مع الشعب السوري.

وتابع قائلا إن “الرئيس الأسد أظهر مرة أخرى أنه غير قادر وغير مستعد بتاتا للاستجابة لتظلمات الشعب السوري” مؤكدا أن استخدام الأسد للتعذيب والفساد والترويع يضعه في مواجهة مع التاريخ ومع شعبه”.

 

http://almoslim.net/node/150580

***

29 – شعبان – 1432 هـ| 30 – يوليو – 2011

سورية: 1634 قتيلا و26 ألف معتقل منذ بدء الثورة وسقوط القتلى يتواصل

أخبار لها

الرياض ـ لها أون لاين(صحف): أفادت إحصائية أعدتها منظمة ”أفاز” غير الحكومية أن 1634 سوريا قتلوا، و26 ألفًا اعتقلوا في فترات مختلفة، وما زال موقوفًا منهم 12617، إضافة إلى فقدان 3 آلاف شخص منذ بداية الثورة الشعبية على نظام بشار الأسد. 
  
وذكرت ”أفاز” أن مصير 2918 شخصًا اعتقلتهم قوات الأمن منذ 15 مارس الماضي غير معروف، معلنة عن إطلاق حملة للإفراج عنهم. وأوضحت ”أفاز” أنها أعدت لائحة بالأشخاص المفقودين، وذكرت أن أكثر من 1000 شخص قد اعتقلوا في الأسبوع المنصرم وحده، ”إذ كثف النظام جهوده لقمع الاحتجاجات قبل بداية رمضان” . 
  
وبحسب صحيفة الرياض ستنشئ المنظمة موقعًا على شبكة الإنترنت تنشر فيه صور المفقودين ونبذات عنهم، على أن تتجدد معلوماته باستمرار. وذكرت المنظمة غير الحكومية أنها عملت مع منظمتين للدفاع عن حقوق الإنسان لإعداد هذا الإحصاء والحصول على صور المفقودين ومعلومات شخصية وتواريخ اعتقالهم. 
  
من ناحية أخرى أعلن ناشطون حقوقيون سوريون سقوط نحو 11 قتيلا وعدد كبير من الجرحى برصاص الأمن السوري أثناء تصديه لتظاهرات، جمعة “صمتكم يقتلنا” في أنحاء عدة من سورية، خصوصا في اللاذقية ودرعا وحمص، وذكر ناشطون أن قوات الأمن أطلقت النار على المتظاهرين من مروحيات عسكرية.
  
 وأفاد الشهود بنشوب صدامات عنيفة في مدينة دير الزور شرقي البلاد بين أفراد من الاستخبارات العسكرية ومقيمين مسلحين عقب مقتل خمسة ثوار على الأقل، حيث أكد ناشطون حقوقيون المعلومات عن انشقاق الكتيبة السابعة من اللواء 137 مدرع. 
  
وقال رامي عبد الرحمن، مدير المرصد السوري لحقوق الإنسان: إن “أكثر من 500 ألف شخص شاركوا الجمعة في التظاهرة التي جرت في ساحة العاصي وسط مدينة حماة، مشيرا إلى أن “الشيخ الذي أمّ الصلاة في الساحة دعا إلى رحيل النظام الذي يحكم سورية منذ 41 عاما، وإلى نبذ الطائفية والتمسك بالوحدة الوطنية“. 
  
وفي دير الزور، أفاد عبد الرحمن بأن أربع طائرات تحوم فوق المتظاهرين الذي قدر عددهم بنحو 50 ألف شخص عند الظهر. وأضاف: “إنه جرى عصر الجمعة تشييع ثلاثة أشخاص قتلوا الخميس برصاص قوات الأمن “بمشاركة 300 ألف شخص“. 
  
وكانت هذه المدينة الواقعة شرق سورية شهدت الخميس حملة أمنية قتل فيها أربعة مدنيين. وذكر مدير المرصد أن “قوات الأمن التي يفوق عددها أعداد المتظاهرين فرقت بعنف مفرط تظاهرة في بانياس، وقامت بملاحقة المتظاهرين داخل الأحياء والأزقة واقتحمت منازلهم“. 
 مشيرا في الوقت ذاته إلى أنه تظاهر نحو ثلاثة آلاف شخص في ادلب (شمال غرب) وريفها كما المئات في مدينة سراقب (ريف إدلب) رغم التواجد الأمني الكثيف“. 
  
وفي ريف دمشق، ذكر الناشط أن ” قرابة خمسة آلاف متظاهر خرجوا في عربين، و قرابة خمسة آلاف في كناكر والمئات في الزبداني هاتفين للشهداء وتظاهرة أخرى في داريا هجم عليها قوات الأمن وعناصر من الشبيحة لتفريقها“. 
وتحدث ريحاوي عن “تظاهرات جرت في أحياء عدة من حمص (وسط) رغم الحصار وتقطيع أوصال وبخاصة في بابا عمرو، الوعر، والخالدية، البياضة، باب تدمر، الإنشاءات، حي الخضر، الغوطة، والميدان إضافة إلى الرستن (ريف حمص)”.

http://www.lahaonline.com/articles/view/38907.htm

***

ارتفاع عدد القتلى في سوريا وإيطاليا تستدعي سفيرها

2011/8/2 الساعة 15:26 بتوقيت مكّة المكرّمة

 

عمان (رويترز) – ارتفع عدد القتلى في حملة القمع لمعارضي الرئيس السوري بشار الاسد في مدينة حماة ومناطق اخرى يوم الثلاثاء مما دفع الغرب الى اهالة مزيد من الضغوط على دمشق.

وقال شهود ان الدبابات قصفت أحياء سكنية في حماة بعد صلاة المغرب يوم الاثنين أول ايام شهر رمضان. وشهدت مدينة حماة مذبحة عام 1982 حين واجه الرئيس السوري الراحل حافظ الاسد تمردا اسلاميا مسلحا.

وذكر ناشطون مدافعون عن حقوق الانسان ان الهجمات التي شنتها قوات الاسد خلال الليل ويوم الاثنين في شتى انحاء سوريا أدت الى مقتل 24 مدنيا على الاقل من بينهم عشرة في حماة حيث بدأت قوات الجيش والدبابات عملية عنيفة لاستعادة السيطرة يوم الاحد الماضي.

وقال شهود وسكان وناشطون ان ذلك رفع عدد القتلى في سوريا خلال الايام الثلاثة الماضية الى نحو 134 قتيلا من بينهم 90 في حماة.

وقالت الوكالة العربية السورية للانباء ان “جماعات ارهابية مسلحة” قتلت ثمانية من أفراد الشرطة في حماة. وتلقي الحكومة السورية على هذه الجماعات مسؤولية معظم اعمال القتل خلال انتفاضة مستمرة منذ خمسة اشهر وقالت ان أكثر من 500 من أفراد الجيش والامن قتلوا.

ودفعت محنة حماة الكثير من السوريين الى تنظيم مسيرات تضامن منذ بدء رمضان لكن رد الاسد العنيف يشير الى انه يرفض مطالب التغيير التي اجتاحت سوريا ومناطق كثيرة من العالم العربي هذا العام.

وتعرضت سوريا لادانة دولية للاجراءات الخشنة التي تتخذها ضد المحتجين لكنها يجب الا تخشى تدخلا عسكريا أجنبيا مثل الذي يقوم به حلف شمال الاطلسي لمساعدة المعارضة في ليبيا.

ودعا الاميرال مايك مولن رئيس هيئة الاركان الامريكية المشتركة يوم الثلاثاء الى انهاء سريع للعنف في سوريا لكنه قال ان التدخل الامريكي المباشر غير محتمل وان واشنطن لن تذهب أبعد من مواصلة الضغط على الرئيس السوري لتطبيق الاصلاحات.

وقال مولن للصحفيين في ختام زيارة للعراق “فيما يتعلق بسوريا نشجب العنف ويجب ان يتوقف العنف بأسرع وقت ممكن.”

وأضاف “لا توجد أي مؤشرات على ان الامريكيين.. على اننا سنتدخل بشكل مباشر في هذا. اعتقد اننا سياسيا ودبلوماسيا نريد ان نمارس أكبر قدر من الضغط الممكن لتحقيق التغيير الذي يطالب به عدد كبير من الدول.”

وفي الامم المتحدة قال دبلوماسيون ان قوى أوروبية أحيت مسودة قرار لمجلس الامن الدولي يدين سوريا بخصوص القمع الدموي للمحتجين وقامت بتوزيع نص معدل اثناء اجتماع للمجلس يوم الاثنين.

وعقب الاجتماع المغلق الذي استمر ساعة قال دبلوماسيون انه بعد مأزق استمر اشهر بشأن سوريا في المجلس فان احداث العنف الجديدة تدفع فيما يبدو اعضاء المجلس المنقسمين نحو شكل ما لرد الفعل.

لكن مبعوثين اختلفوا بشان هل ينبغي ان يتبنى المجلس المؤلف من 15 دولة مشروع القرار الذي يسانده الغرب او يتفاوض على بيان أقل الزاما.

ووزعت دول غرب اوروبا مشروع قرار قبل شهرين لكنه تعثر بعد ان هددت روسيا والصين -وكلتاهما حليفة لدمشق- بالاعتراض عليه بحق النقض اذا طرح للتصويت. ومن بين الاعضاء العشرة غير الدائمين في المجلس قالت البرازيل والهند ولبنان وجنوب أفريقيا انها لا تؤيد مشروع القرار أيضا.

واستدعت ايطاليا سفيرها في دمشق يوم الثلاثاء احتجاجا على “القمع المروع للمدنيين” وحثت الدول الاعضاء في الاتحاد الاوروبي على ان تحذو حذوها.

وضم الاتحاد الاوروبي يوم الثلاثاء وزير الدفاع السوري علي حبيب ومسؤولي أمن اخرين الى قائمة أعضاء حكومة الرئيس السوري بشار الاسد الذين جمدت أصولهم وفرض عليهم حظر سفر.

وأضيف خمسة مسؤولين الى قائمة العقوبات التي نشرتها الصحيفة الرسمية للاتحاد الاوروبي وبينهم رئيس جهاز الامن الداخلي السوري ورئيس المخابرات في بلدة حماة التي يقول الاتحاد الاوروبي انها شهدت “مذبحة” عشوائية للمدنيين في مطلع الاسبوع.

وقال وزير الخارجية البريطاني وليام هيج “اليوم طبق الاتحاد الاوروبي عقوبات تستهدف سوريا. الرسالة واضحة بلا لبس.. المسؤولون عن القمع سيستهدفون ويساءلون.”

وقال هيج في بيان “ما لم يحدث تغيير له معنى في سوريا وتنتهي الحملة سيجد الرئيس الاسد ومن حوله انفسهم معزولين دوليا وقد فقدوا الثقة داخل سوريا.”

وقال ناشطون انه بخلاف القتلى العشرة في أحداث العنف الاخيرة في حماة قتل مدنيان في بلدة البوكمال على حدود العراق التي اجتاحتها ايضا الدبابات كما قتل ثلاثة في مداهمات من منزل لمنزل في حمص واثنان في ميناء اللاذقية وستة في هجوم على ضاحية عربين بدمشق بعد احتجاجات أعقبت صلاة التراويح في اول ايام رمضان.

وقال سكان ان نحو عشر دبابات وعربات حاملة للجند دخلت بلدة زبداني قرب حدود لبنان بعد احتجاجات مؤيدة لحماة عقب صلاة المغرب. وأصيب ثلاثة من المحتجين على الاقل.

ومن المقرر ان تجتمع وزيرة الخارجية الامريكية هيلاري كلينتون يوم الثلاثاء مع نشطين سوريين يعيشون في الخارج.

وقال الرئيس الامريكي باراك أوباما يوم الاحد انه روع من العنف الذي مارسته الحكومة السورية وانه سيعمل مع الحلفاء على فرض عزلة على الاسد. وكان أوباما قد اعلن ان الرئيس السوري فقد شرعيته وان الولايات المتحدة تدرس فرض مزيد من العقوبات على دمشق تشمل صناعة النفط والغاز.

من خالد عويس

http://news.maktoob.com/article/6411094/

(nahimunkar.com)