Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berbincang dengan kuasa hukumnya saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (24/1). Sidang ketujuh tersebut masih mengagendakan mendengarkan keterangan lima saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum. ANTARA FOTO/Pool/Muhammad Adimaja/17


Jakarta, Aktual.com – Warga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, disebut tidak merespon pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51, saat kunjungan kerja selaku Gubernur DKI Jakarta, akhir September 2016 lalu.

Menurut Lurah Pulau Panggang, Yuli Hardi, warganya baru menanggapi pernyataan Ahok itu, ketika pemberitaan di media mulai menghangat. Responnya pun beragama, ada yang mendukung, ada yang tidak, bahkan cuek.

“(Saat itu) tidak ada (yang protes). (Setelah dilaporkan) macam-macam (responnya), ada yang pro, ada yang kontra,” ujar Hardi saat bersaksi dalam persidangan kasus Ahok, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (24/1).

Ketika itu, Hardi tak menampik bahwa memang ada pernyataan Ahok soal surat Al Maidah. Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa, lantaran sikap hormatnya kepada Ahok yang saat itu masih aktif sebagai Gubernur DKI.

“Saat itu beliau memberikan sambutan di masyarakat. Jadi saya tidak berhak menilai,” ucapnya.

Ahok didakwa atas kasus dugaan penodaan agama oleh Jaksa Penuntut Umum pada Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ia disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Laporan: M Zhacky / Ismed

http://www.aktual.com/

***

Lurah di Kepulauan Seribu akui Ahok sitir Al Maidah 51

Rimanews – Yuli Hardi, Lurah Pulau Panggang, sebagai saksi fakta di sidang lanjutan kasus penistaan agama hari ini mengakui bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terdakwa menyitir surat Al-Maidah pada kunjungannya ke Kepulauan Seribu, September tahun lalu.

“Tapi saya tahu itu dari televisi, dan melihat itu di YouTube,” ujar Yuli pada keterangannya kepada majelis hakim pada sidang yang digelar di Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, hari ini.

Pada 27 September 2016, Ahok dalam kunjungan dinasnya ke Kepulauan Seribu menyitir surat dalam Alquran, Al Maidah ayat 51. Kedatangan Ahok ke Kepulauan Seribu untuk mengembangkan budidaya ikan kerapu bagi warga sekitar.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut oleh hakim, Yuli juga mengetahui kalimat yang disampaikan Ahok ketika berpidato di depan warga Kepulauan Pramuka. “Jangan mau dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51,” kata dia menjawab pertanyaan hakim.

Namun lagi-lagi, Yuli menyebutkan hal itu diketahuinya dari media telivisi dan sosial media YouTube. Meski hadir dalam kunjungan Ahok 27 September lalu, Yuli mengaku tidak fokus mendengarkan isi keseluruhan pidato Ahok.

“Karena ketika itu saya fokus pada kebersihan lingkungan saya,” ungkap Yuli pada kesaksiannya.

http://rimanews.com/

(nahimunkar.com)