Wartawan TvOne Disiksa Zionis Israel Biadab

Wartawan TvOne disiksa Zionis Israel Biadab.

“Tangan saya diborgol selama dua jam dan saya dijemur di bawah terik matahari,” ujar Muhammad Yasin.

Inilah beritanya:

Jurnalis tvOne Alami Kekerasan Tentara Israel

Yasin sempat dituding berbohong karena menyembunyikan kaset rekaman peristiwa penyerangan.

KAMIS, 3 JUNI 2010, 08:12 WIB

Ismoko Widjaya

VIVAnews – Muhammad Yasin, wartawan tvOne, sempat menerima kekerasan dari tentara Israel saat penyerangan kapal Mavi Marmara berlangsung, Senin 31 Mei dini hari. Yasin sempat dituding berbohong karena menyembunyikan kaset rekaman peristiwa penyerangan.

“Saya mencoba agar kaset rekaman ini bisa disaksikan seluruh warga Indonesia,” kata M Yasin dalam perbincangan di Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Kamis 3 Juni 2010.

Saat kejadian, Yasin dan rekan jurnalis lainnya berada di ruang pers kapal itu. Tentara Israel sudah berkumpul di bagian luar.

Sebelum para wartawan menjalani pemeriksaan, Yasin memberikan kaset itu kepada Nur Fitri, koordinator Medical Emergency Rescue Committe (Mer-C) Indonesia. Berharap, kaset itu lolos dari pemeriksaan.

“Saat itu kamera saya dirampas dan diperiksa kasetnya. Saya bilang, kasetnya ada di dalam kamera,” aku Yasin. Saat kaset itu diperiksa dan tidak ada gambar rekaman yang diharapkan, tentara Israel menjadi berang. Yasin pun mengalami kontak fisik.

“Itulah yang membuat saya diikat lebih kencang dan ditampar dengan tentara Israel. Saya mungkin dinilai paling nakal. Tangan saya diborgol selama dua jam dan saya dijemur di bawah terik matahari,” kata dia.

Di mana kaset rekaman itu berada? Saat ini barang-barang yang berada di dalam kapal Mavi Marmara yang rencananya akan diamankan ke perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ada di Turki. Tetapi belum bisa dipastikan apakah kaset itu bisa lolos dari razia tentara Israel.

“Bila gambar-gambar itu bisa dilihat dunia, maka akan terbuka jelas apa yang sebenarnya terjadi,” ungkap Yasin. (umi)

Sumber: VIVAnews

Dua WNi yang kata Presiden SBY ditembak Israel dan mengalami luka berat, kini masih sakit. Inilah beritanya:

Dua WNI yang Terluka Tiba di Turki

Mereka sedang menjalani medical check up atau cek kesehatan.

KAMIS, 3 JUNI 2010, 10:27 WIB

Ismoko Widjaya

VIVAnews – Dua relawan Indonesia yang mengalami luka tembak di Israel sudah berhasil dibawa ke Turki. Dua warga negara Indonesia (WNI) itu sedang menjalani cek kesehatan.

“Sudah confirmed, informasi dari keluarganya bahwa keduanya sudah tiba di Turki,” kata Direktur operasional Sahabat Al Aqsha, Amirul Iman, kepada VIVAnews,Kamis 3 Juni 2010.

Dua WNI yang mengalami luka tembak itu yakni Surya Fahrizal dari Sahabat Al Aqsha dan Oktavianto Baharudin dari Kispa (Komite Indonesia Solidaritas untuk Palestina).

Sekitar satu jam lalu, Amirul menyatakan bahwa Kementerian Luar Negeri berupaya mengeluarkan keduanya dari Israel hari ini. Dengan suksesnya evakuasi dua WNI itu, berarti tidak ada lagi relawan Indonesia yang tertinggal di Israel.

Apakah dua WNI itu ikut dalam rombongan lima pesawat yang mengangkut 17 korban luka?Amirul belum bisa menjelaskan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, mengatakan tiga pesawat Turki membawa ratusan aktivis itu telah meninggalkan Israel menuju Istambul, Turki.

Lima penerbangan yang mengangkut sekitar 503 aktivis telah berangkat pada Rabu sore waktu setempat. Jadwal penerbangan sempat ditunda, karena Turki tidak menginginkan satu pun aktivis yang tertinggal.

Dua pesawat khusus membawa 17 aktivis yang terluka. Para korban luka ini sudah mendarat di bandara militer Ankara, Turki. (umi)

Sumber: VIVAnews