Wartawan yang Suka Ngaji dan Ditembak Israel itu Masih Bertekad Mau Menembus Gaza

Surya Fachrizal wartawan hidayatullah.com yang ditembak Israel Senin (31/5), kini masih bertekad tetap akan menembus Gaza.

“Saya tetap bertekad akan menembus Gaza lagi,” tandas Surya yang langsung ditimpali kalimat “Allahu Akbar” oleh rekan-rekan dari sesama relawan WNI yang lebi dulu dievakuasi Israel ke Jordania.

Surya adalah salah satu dari dua orang Indonesia yang ditembak Israel. Pasukan Israel secara brutal menyerang armada kapal bantuan kemanusiaan bagi penduduk Palestina di Gaza, Senin (31/5), telah menewaskan 19 dan melukai 50-an relawan kemanusiaan yang ada di kapal itu.

Penyerangan terjadi di perairan internasional, 65 kilometer lepas pantai Gaza.

Tentang tekad Surya mau menembus Gaza, inilah beritanya:

ISREAL SERANG RELAWAN

Surya: Saya Tetap akan ke Gaza

Laporan wartawan KOMPAS Mustafa Abd. Rahman

Minggu, 6 Juni 2010 | 21:10 WIB

TEPI SUNGAI JORDAN, KOMPAS.com – Meski telah tertembus timah panas akibat penyerangan pasukan Israel di geladak kapal Mavi Marmara beberapa waktu lalu, relawan Indonesia Surya Fachrizal tetap bertekad akan menembus wilayah Gaza.

Hal itu diungkapkannya saat dipindah dari sebuah mobil ambulance ke mobil ambulance lain di sisi perbatasan Jordania, sekitar pukul 12.00 waktu setempat, Minggu (6/6/2010).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Surya saat ini dirawat di rumah sakit Ratu Rania yang berada di kompleks rumah sakit militer King Hussein – Amman, Jordania. Surya dibawa mobil ambulans dari Haifa – Israel Utara dan melintas
perbatasan Israel-Jordania.

Di terminal di sisi perbatasan Jordania, Kompas menyaksikan Surya dipindahkan ke mobil ambulans lain, lalu meluncur menuju kota Amman. Perjalanan dari perbatasan menuju kota Amman membutuhkan waktu sekitar 45 menit. “Saya tetap bertekad akan menembus Gaza lagi,” tandas Surya yang langsung ditimpali kalimat “Allahu Akbar” oleh rekan-rekan dari sesama relawan WNI yang lebi dulu dievakuasi Israel ke Jordania.

Selama enam hari terakhir, Surya dirawat di rumah sakit Ramban di Haifa – Israel Utara. Surya terluka di bagian dada kanan akibat terkena tembakan, dan pelurunya sempat bertengger di bagian tubuhnya. Surya telah menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru itu dari tubuhnya. Surya merupakan relawan WNI yang paling terakhir keluar dari Israel.

Sementara itu, empat relawan WNI yaitu Ferry Nur, Muhendri Muchtar, Hardjito Warno dari Kispa (Komite Indonesia Solidaritas untuk Palestina) dan Muhammad Yasin dari TV One hari Minggu kemarin dengan pesawat Emirat Airlines bertolak dari Amman-Jordania menuju Indonesia. Turut mendampingi bersama empat relawan WNI itu adalah Dubes RI untuk Jordania Zainulbahar Noor.

Seorang relawan WNI dari Kispa, Okvianto Baharudin, hari Minggu kemarin juga bertolak dari Istanbul menuju Indonesia. Okvianto beberapa hari ini menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Istanbul dari luka-luka ringan akibat serangan pasukan komando Israel itu. Dijadwalkan, lima relawan WNI itu tiba di Jakarta hari Senin besok.

Editor: Glo (Kompas.com).

Didukung orang tua dan kerabatnya

Surya Fachrizal yang oleh famili di Sumatera Barat dikenal dengan nama Reza itu tampaknya didukung oleh orang tuanya.

Hidayatullah.com memberitakan, orangtua Surya Fachrizal, Samin Ginting, mengaku semakin tegar setelah kasus ini dan apa  yang dialami oleh anaknya tersebut.

Samin mengaku semakin kuat karena adanya dukungan dari sanak famili dan kerabat-kerabatnya. Terutama apresiasi keluarga besarnya yang ada di Sumatera Barat (Sumbar).

Walaupun, kata dia, kerabatnya di Sumut sempat tidak tahu jika ternyata Surya Fachrizal yang di maksud di berbagai media yang beredar adalah Reza, nama yang lebih dikenal kerabatnya.

“Keluarga hanya tau nama Reza saja. Mereka tidak tahu kalau Surya Fachrizal yang di tivi adalah Reza, anak saya. Setelah tahu mereka bilang teruskan perjuangan, kita selalu dukung,” ujarnya. (nahimunkar.com)