Wakil Pimpinan Pondok Modern Tazakka Kiai Anizar Masyhadi (berbaju putih) bersalaman dengan perwakilan Universitas Darussalam Gontor di Kompleks Pesantren Tazakka, Batang, Jawa Tengah, Ahad (15/1).


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah, Kiai Anizar Masyhadi (Gus Nizar), mengimbau masyarakat mewaspadai kriminalisasi ulama dan pendangkalan tauhid. ‎Jika ada ulama yang mengajarkan isi surat Al-Ikhlas tentang ketauhidan yang diyakini umat Islam, jangan sampai diputar-balikkan sebagai gerakan intoleransi.

“Waspadai, ulama tidak boleh dikriminalisasi, karena perannya sangat sentral dan kontribusinya bagi bangsa ini sungguh besar” ujar Gus Nizar dalam sambutan seminar tentang “Kepemimpinan dalam Islam, Peran Media dalam Pendidikan di Masyarakat dan Tantangan Ulama di Masa Depan,” di Kompleks Pesantren Tazakka, Ahad (15/1).

Pendamping Grand Syeikh al-Azhar Mesir saat mengunjungi Indonesia ini menjelaskan, belum lama ini, ada orang menyampaikan bagaimana menyeru kepada orang untuk meyakini adanya surga. Sedangkan yang menyeru juga belum pernah melihatnya. “Ini adalah pernyataan yang mendangkalkan keimanan kita, waspadalah,” ucapnya kepada para peserta seminar.

Dia berpesan, agar santri dan ulama tidak perlu takut menyampaikan kebenaran dan selalu menjaga kedamaian di masyarakat. Katadia, tugas terberat ulama adalah merawat dan memelihara keutuhan umat dan bangsa ini dari setiap ancaman yang merongrong.

Kegiatan ini, merupakan kerja sama Pondok Modern Tazakka, Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Majelis Ulama Indonesia, dan Yayasan Dana Sosial Al-Falah.‎ Materi seminar disampaikan oleh para sarjana dan mahasiswa S2 Program Kaderisasi Ulama Angkatan ke-10 Universitas Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur.

Materi disampaikan sebagai tugas akhir mahasiwa program kaderisasi ulama UNIDA. Sebanyak 200 santri dan tokoh masyarakat sekitar menghadiri kegiatan ini.

‎Gus Nizar mengatakan, para mahasiswa ini akan menjalankan peran ulama di masyarakat. Mereka akan membimbing warga dalam menjalankan nilai keagamaan. “Harus diingat, sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambanya adalah Ulama. Itu firman Allah,” ujarnya.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Agus Yulianto

Sumber: republika.co.id/ Senin , 16 January 2017

(nahimunkar.com)