Renovasi Pembangunan Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal (MIAH) Bogor yang telah berdiri sejak 2001 mendadak mendapat aksi penolakan oleh sejumlah massa, padahal selama 16 tahun kegiatan dan masjid tersebut telah menyatu dengan warga tanpa ada gesekan apapun.

Untuk mengetahui hal ihwal aksi penolakan tersebut, simak hasil wawancara ekslusif Bens Radio 106.2 FM bersama sekretaris RT, Bapak Alfi, dalam PROGRAM ETNIKOM UNTUK INDONESIA (EUI), pada Rabu, 9 Agustus 2017, Pukul 11.00-12.00 WIB di Radio BENS 106.2 FM bersama Jaringan Radio ETNIKOM Bogor.

Wawancara dan Kesaksian Sekretaris RT Bp. Alfi, terkait Demo terhadap Masjid Imam Ahmad bin Hambal, Bogor.

  1. Warga menerima Masjid.
    2. Yang Demo itu bukan warga kami.
    3. Saya tidak mengenal siapa mereka yang Demo.
    4. Kami (warga) sangat membutuhkan Masjid itu.
    5. Kami warga sangat terbuka terhadap rumah ibadah, bahkan rumah ibadah non muslim.

Berikut Transkrip Wawancara tersebut :

Penyiar : Selamat siang, ada bapak Alfi ya, Pak Alfi siapa namanya, maaf pak!

Pak Alfi : iya, saya pak Alfi,

Penyiar : Ok, Assalamualaikum pak Alfi, ini boleh tau gak nih, sekaligus menjelaskan kepada para pendengar, pak alfi ni selaku warga setempat, mungkin bisa melihat langsung kejadian tersebut,

Pak Alfi : ya, kejadian demo maksudnya buk?

Penyiar : Iya, yang kemarin senin ya, tanggal 7,

Pak Alfi : Ya, jadi, ketika hari senin itu, saya kebetulan sekretaris RT, jadi ketika habis shalat zuhur gitu, tiba-tiba ada keramaian, langsung tendang-tendang pagar masjid, lempar batu, kayak kayak intimidasi, bilang bakar, bilang macem-macemlah, gitu,

Penyiar : Tapi setau pak alfi sendiri nih, memang warga setempat nih, kalau boleh nama kampung nya tempat tinggal nya pak alfi nih disebutnya di daerah apa?

Pak Alfi : di daerah Tanah Baru Bogor

Penyiar : Tanah Baru Bogor ya, itu memang sejak awal berdirinya Masjid tidak ada masalah ya, sudah ada persetujuan dengan warga setempat?

Pak Alfi : Kami tidak ada masalah, sejak tahun 2001, IMB yang pertama keluar, masjid dibangun seperti itu, kegiatan shalat lima waktu, sholat jumat, itu semua terbuka untuk umum, semua warga bisa memanfaatkan masjid tersebut

Penyiar : Sampai kaya pelaksanaan idul fitri idul adha itu juga bisa dilaksanakan di masjid itu ya?

Pak Alfi : Kalau shalat idul fitri kita ikut pemerintah gitu, karena lokasi kebun raya tidak jauh dari warga, jadi warga langsung bergabung disana di lapangan,

Penyiar : Jadi intinya memang tidak ada penolakan dari warga ya sejak berdirinya masjid itu sejak tahun 2001 yang silam ya pak ya?

Pak Alfi : ya

Penyiar: Nah, Kalau melihat dari kejadian kemarin, dari pak alfi sendiri apa yang dilakukan oleh warga setempat untuk melakukan mediasi ke pihak masjid nya sendiri?

Pak Alfi : Eee..saya pribadi gitu kan, saya melihat kemarin itu, itu saya tidak mengenali wajah-wajah yang demo itu,

Penyiar : Kurang lebih bisa ditaksir berapa orang ga pak kemarin?

Pak Alfi : 20, 30 orang, karena sebagian yang saya liatt ada warga, tapi nonton aja gitu, bukan ikutan, liat-liat mungkin seperti itu, ada apa gitu, tapi yang saya tau itu, yang demo yang teriak-teriak melempar batu, lain sebagainya itu, bukan warga kita disana itu,

Penyiar : Mmmmmm,ok, jadi dari warga setempat memang sudah punya kesimpulan atau rencana-rencana ke depan yang ditempuh pak Alfi, dari obrolan masyarakat setempat mungkin, atau melibatkan dari pihak masjidnya?

Pak Alfi : Ya, sementara ini, kita ngobrol di kepengurusan RT dulu, sebetulnya kan kita juga sama sama tau bahwa di komplek kita ini sangat toleran buk, sangat majemuk, dan ada sodara kita dari orang-orang kristen, bahkan di komplek kami ini ada pura, ada orang-orang budha juga, jadi kita hidup berdampingan, seperti itu, biasa saja, tidak pernah mengangkat-ngangkat issu sara, jadi di komplek IPB IV ini, komplek yang sangat toleran dengan sesama, ya kita sedih juga gitu kan, ada kejadian dan untungnya sih, bukan warga kamilah yang seperti itu, tapi yang ingin saya sampaikan ini, bahwa warga ini sangat membutuhkan masjid

Penyiar : sangat membutuhkan masjid ya, karena masjid satu-satunya Masjid MIAH ini ya,

Pak Alfi : Iya, yang ada di RT 03 hanya masjid ini,

Penyiar : RT 03 Tanah Baru Bogor ini ya?

Pak Alfi : Iya, Kita ingin sholat di lapangan, di tanah, di antara puing-puing, bawa anak-anak untuk beribadah, bahaya juga kan, ada puing-puing, segala macam,

Penyiar : Ada paku dan segala macam belum terselesaikan ya,

Pak Alfi : Ibu ibu komplek, itu kan udah banyak yang senior-senior, membutuhkan kalau misalkan shalat tarawih itu kan, bahkan ada yang menyampaikan kepada saya, saya tidak bisa tarawih sama sekali kan pak, karena gak ada yang nganter gitu juga kan,

Penyiar: Karena terlalu jauh dari rumah ke masjid yang ada disekitar gitu ya pak?

Pak Alfi : Jadi semua warga disini sangat membutuhkan dan sangat merindukan adanya masjid. cuma dengan adanya kejadian kejadian ini, ya banyak warga juga kan yang jadi ketakutan, jadi kita banyak diam aja gitu kan, karena banyak takut seperti itu,

Penyiar : Ok, baik terima kasih banyak pak

Simak Audio Rekaman Wawancara berikut ini :

Wawancara dan Kesaksian Sekretaris RT Bp. Alfi, terkait Demo terhadap Masjid Imam Ahmad bin Hambal, Bogor.1. Warga menerima Masjid.2. Yang Demo itu bukan warga kami.3. Saya tidak mengenal siapa mereka yang Demo.4. Kami (warga) sangat membutuhkan Masjid itu. 5. Kami warga sangat terbuka terhadap rumah ibadah, bahkan rumah ibadah non muslim.6. Yang demo, yang teriak-teriak dan nimpukin Masjid itu bukan warga kami..

Publicado por La Ode Abu Hanifa em Quarta-feira, 9 de agosto de 2017

Sumber: moslemtoday.com

(nahimunkar.com)